Mahasiswa UM Pontianak Raih Prestasi Internasional di Business Plan Competition Singapura–Malaysia

photo author
Samsul Cah, Siber Kalimantan
- Minggu, 14 Desember 2025 | 21:20 WIB
Fathia Alya Supandih, Mahasiswa Bisnis Digital FEB Universitas Muhammadiyah Pontianak
Fathia Alya Supandih, Mahasiswa Bisnis Digital FEB Universitas Muhammadiyah Pontianak

SIBERKALIMANTAN.COM, PONTIANAK - Mahasiswa Program Studi Bisnis Digital Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah (UM) Pontianak kembali mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.

Fathia Alya Supandih berhasil meraih 1st Runner Up, The Gold Quill Medal kategori Health and Human Resource, serta Best Poster pada ajang Grand Final International Business Plan Competition yang digelar di Singapura dan Malaysia.

Baca Juga: Program KREASI Raih Piagam Penghargaan Mitra Strategis Pendidikan Kalimantan Barat 2025

Kompetisi bisnis internasional tersebut berlangsung pada 9–12 Desember 2025, dengan lokasi pelaksanaan di National University of Singapore (NUS), Singapura, dan University of Malaysia, Malaysia.

Ajang ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai negara dengan fokus pada pengembangan ide bisnis inovatif yang aplikatif dan berdaya saing global.

Prestasi ini diraih Alya setelah melalui serangkaian seleksi dan presentasi yang ketat.

Tidak hanya menilai kekuatan konsep bisnis, dewan juri juga menyoroti kesiapan implementasi, ketajaman analisis, serta kemampuan peserta dalam menyampaikan ide secara profesional di level internasional.
Baca Juga: Kisah Tragis Debt Collector di Kalibata: 6 Oknum Polisi Jadi Tersangka Utama

Sementara itu, dosen pembimbing, Arninda, S. Kom.,M.M, mengaku bangga atas capaian Alya. Menurutnya, prestasi ini merupakan hasil dari proses panjang yang dilalui dengan disiplin dan komitmen tinggi.

“Sebagai dosen pembimbing, tentu sangat bangga dan bersyukur. Prestasi yang diraih Alya di ajang internasional ini adalah bukti bahwa kerja keras dan semangat belajar memberikan hasil luar biasa. Saya hanya mendampingi, namun yang paling utama adalah usaha dari mahasiswa itu sendiri,” ujarnya.

Arninda juga menjelaskan bahwa pembinaan untuk kompetisi internasional memiliki tantangan tersendiri.

Selain aspek teknis dan konten, ia menyiapkan Alya dari sisi mindset, kepercayaan diri, serta kemampuan beradaptasi dengan kultur kompetisi global.

Baca Juga: Resmi Dilantik Jadi Kepala BNNP Aceh, Kombes Pol Dedy Tabrani Punya Prestasi Mentereng di Instansi Kepolisian

Meski demikian, semangat belajar Alya dinilai menjadi kunci utama keberhasilan.

Ia mengungkapkan bahwa pengalaman mengikuti kompetisi ini terasa berbeda dibandingkan lomba nasional.

“Skalanya internasional dan benar-benar menguji kesiapan ide bisnis, bukan hanya konsep. Meraih Juara Harapan 1 dan Gold Medal menjadi pengalaman berharga yang membuat saya semakin percaya diri,” katanya.

Ia berharap pencapaian ini dapat membuka peluang belajar yang lebih luas sekaligus menjadi bekal penting bagi pengembangan diri dan kariernya ke depan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Samsul Cah

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X