SIBERKALIMANTAN.COM, PONTIANAK - Keluhan warga terkait pembangunan trotoar yang belum tuntas di Jalan Ahmad Yani, tepat di depan showroom Honda Daya Motor, mendapat perhatian dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari pengamat kebijakan publik Lembaga SIKKAP, Agus Setiadi, SE, yang menilai bahwa respons Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, sudah berada pada jalur yang tepat.
Agus memandang wajar jika masyarakat menyoroti kondisi trotoar pada kawasan protokol yang memiliki aktivitas tinggi tersebut. Menurutnya, trotoar adalah ruang aman yang sangat dibutuhkan pejalan kaki dan ketidakterhubungannya jelas menimbulkan keresahan.
Namun, ia menilai pernyataan Wali Kota Pontianak yang menjelaskan bahwa proyek trotoar Ayani sebenarnya sudah masuk proses lelang, namun terkendala mundurnya pelaksana, merupakan bentuk transparansi kebijakan yang patut diapresiasi. “Yang perlu dipahami publik adalah proyek ini tidak dihentikan. Kontraktor mundur karena waktu pengerjaan yang tidak mencukupi, bukan karena kebijakan dibatalkan. Pemerintah sudah menegaskan akan melanjutkan pembangunan melalui perencanaan dan lelang ulang pada tahun anggaran 2026,” ujar Agus.
Ia menambahkan bahwa dinamika seperti mundurnya pelaksana proyek adalah hal yang biasa terjadi dalam proses pembangunan. Yang terpenting, kata Agus, adalah pemerintah tetap menjaga konsistensi dan memastikan keberlanjutan program. Agus juga menilai bahwa pembangunan infrastruktur kota dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan arah yang positif. Sejumlah ruas pedestrian seperti Jalan Tengku Umar, Jalan Merdeka, dan Jalan M. Sohor telah ditata lebih baik. Tingkat kemantapan jalan kota yang berada di atas 80 persen, menurutnya, menjadi indikator kerja pembangunan yang tidak bisa diabaikan.
“Kita bisa melihat banyak titik kota yang sudah lebih ramah bagi pejalan kaki. Jadi, kalau ada satu dua titik yang masih membutuhkan penyelesaian, itu harus dilihat sebagai bagian dari proses yang berkelanjutan,” jelasnya.
Meski demikian, Agus tetap mendorong agar pemerintah terus menjaga keterbukaan informasi kepada publik. Menurutnya, komunikasi yang baik akan membantu masyarakat memahami konteks kebijakan tidak hanya menilai dari kondisi fisik di lapangan.
“Penjelasan Wali Kota menunjukkan komitmen itu. Ke depan, ritme komunikasi seperti ini penting untuk dipertahankan,” ujarnya. Agus menegaskan bahwa SIKKAP mendukung langkah pemerintah kota dalam memastikan pembangunan trotoar Ayani tetap menjadi prioritas. Ia berharap proses lelang yang akan kembali dilakukan pada tahun anggaran 2026 dapat berjalan lancar sehingga masyarakat segera merasakan manfaatnya.
Trotoar bagian dari fasilitas untuk pedestrian (pejalan kaki) tetap menjadi prioritas pemkot yg pekerjaannya bertahap mengingat keterbatasan anggaran. Pembangunan jalan mantab di kota Pontianak sudah diatas 90%, ini menunjukan komitmen yang tinggi oleh pemkot dalam menyediakan sarana prasarana yg baik. “Yang dilakukan Pemkot sudah terukur dan sesuai koridor. Tinggal kita kawal bersama agar realisasi pembangunan termasuk trotoar yang dikeluhkan warga bisa optimal dan benar-benar dirasakan manfaatnya,” tutup Agus mengakhiri wawancara.
Artikel Terkait
Jembatan Kapuas II Lumpuh Total! Truk Mogok Akibat 'Masuk Angin' Jadi Biang Kerok Kemacetan Panjang
Indonesia Lepas 290 Atlet ke ASEAN Para Games 2025 Thailand
Barcelona Juara Piala Super Spanyol Usai Tumbangkan Real Madrid 3-2
Fomda Kalbar: Pemilihan Kepala Daerah oleh DPRD Adalah Kemunduran Demokrasi
Barcelona Juara Piala Super Spanyol Usai Tumbangkan Real Madrid 3-2
Pencarian Hari Keempat, Nuriman Belum Ditemukan di Perairan Karang Anyar
Apes! Penjual HP Bekas di Kubu Raya Malah Masuk Sel Bareng Tim Labubu, Tergiur Upah Receh Rp 100 Ribu
Sabu dalam Kemasan Kopi Gagal Terbang ke Sulawesi, Lansia di Pontianak Diciduk Tim Labubu!
Proliga 2026 di Pontianak Berjalan Sukses, PLN Hadirkan Listrik Andal Tanpa Kedip
Gelar Apel K3 Nasional, PLN UID Kalimantan Barat Perkuat Komitmen Zero Harm Zero Loss