SIBERKALIMANTAN.COM, PONTIANAK - Federasi Organisasi Mahasiswa Daerah (Fomda) Kalimantan Barat menolak wacana pemilihan kepala daerah (pilkada) oleh DPRD. Koordinator Pusat Fomda Kalbar, Syarif Falmuriandi Tri Saris, yang ditemui pada Senin, 12 September 2026, menegaskan bahwa skema tersebut justru melemahkan prinsip dasar demokrasi.
Menurutnya, pilkada langsung adalah amanat reformasi yang harus dijaga. “Pemilihan kepala daerah oleh DPRD bukan solusi atas problem demokrasi, melainkan kemunduran dari prinsip kedaulatan rakyat,” ujarnya.
Baca Juga: Barcelona Juara Piala Super Spanyol Usai Tumbangkan Real Madrid 3-2
Syarif mempertanyakan arah akuntabilitas kepala daerah jika dipilih DPRD. “Pertanyaannya sederhana: kepala daerah nanti bertanggung jawab kepada siapa? Kepada rakyat atau kepada DPRD yang memilihnya?” tegasnya.
Ia menilai pola pemilihan tertutup berisiko menumbuhkan kepemimpinan yang lebih loyal kepada kepentingan elit politik. “Relasi kuasa seperti itu dapat melahirkan pemimpin transaksional, bukan pemimpin yang berpihak pada kebutuhan masyarakat,” tambahnya.
Baca Juga: Indonesia Lepas 290 Atlet ke ASEAN Para Games 2025 Thailand
Fomda menegaskan bahwa perbaikan demokrasi tidak boleh dilakukan dengan memangkas hak warga negara. “Biaya politik dan politik uang harus diselesaikan dengan perbaikan sistem dan penegakan hukum, bukan dengan mencabut hak pilih rakyat,” tutur Syarif.
Ia menutup pernyataannya dengan penegasan bahwa hak rakyat tidak boleh dikurangi dalam alasan apa pun. “Hak pilih rakyat adalah hak konstitusional. Itu tidak untuk dinegosiasikan,” pungkasnya.
Artikel Terkait
Iptu Judi Effendhy Resmi Jabat Kasat Lantas Polres Kubu Raya, Kapolres Tekankan Inovasi dan Program Polantas Menyapa
Universitas PGRI Pontianak Ikuti Expo Studi Lanjut 2026 di SMA Negeri 1 Pontianak
Bocah 6 Tahun Bernama Rama Ditemukan Meninggal Usai Tenggelam di Parit Tanjung Raya 1
Lima Hari Hilang Saat Memancing, Pria di Kubu Raya Masih Misteri: Sampan Ditemukan Terombang-ambing
BNPB Sempat Perkirakan Rp150 Juta, Sumur Bor di Aceh Ini Justru Dibuat dengan Biaya Rp15 Juta dari Bantuan Warga
3 Kampung di Aceh Kesulitan Akses Jalan Akibat Jembatan Putus, Dampaknya Dialami Petani Durian Ketol di Masa Panen
Tim SAR Gabungan Cari Nuriman yang Diduga Tenggelam Saat Memancing di Batu Ampar
Jembatan Kapuas II Lumpuh Total! Truk Mogok Akibat 'Masuk Angin' Jadi Biang Kerok Kemacetan Panjang
Indonesia Lepas 290 Atlet ke ASEAN Para Games 2025 Thailand
Barcelona Juara Piala Super Spanyol Usai Tumbangkan Real Madrid 3-2