SIBERKALIMANTAN.COM, SAMBAS – Perkumpulan Gemawan menyelenggarakan pelatihan advokasi bertema “Advokasi Kolaboratif: Memperkuat JaPeDas Kabupaten Sambas untuk Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Petani” yang berlangsung di Hotel Pantura Sambas, Selasa 27 januari 2026
Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari 20 desa di Kabupaten Sambas, antara lain Desa Bakau, Parit Setia Setalik, Serindang, Matang Segarau, Seranggam, Sayang Sedayu, Sepadu, Singaraya, Sengawang, Tri Kembang, Penakalan, Parit Raja, Tri Mandayan, Gapura, Sungai Kelambu, Sekuduk, Merpati, dan Sungai Baru.
Baca Juga: Kitabisa.org Perkuat Kolaborasi MangSilvo Bersama Gemawan dan Crustea di Mempawah
Pelatihan ini bertujuan membekali peserta dengan keterampilan advokasi kolaboratif guna mendukung ketahanan pangan lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Pelatihan yang berlangsung selama satu hari penuh ini difasilitasi oleh tim Perkumpulan Gemawan dengan fokus pada penguatan strategi advokasi berbasis kolaborasi lintas pemangku kepentingan. Peserta yang tergabung dalam Jaringan Petani Komoditas (JaPeDas) Kabupaten Sambas mendapatkan materi mengenai teknik negosiasi kebijakan, pemetaan isu pertanian, serta pembangunan aliansi strategis untuk memperjuangkan hak-hak petani dari tingkat desa hingga kabupaten.
Baca Juga: Bupati Kubu Raya Tinjau Operasi Pasar LPG 3 Kg di Sungai Kakap
Ketua JaPeDas Kabupaten Sambas, Tajudin, dalam sambutannya mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menyampaikan bahwa pelatihan ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus wadah berbagi informasi, khususnya terkait isu-isu pertanian.
“Ke depan, kami berharap JaPeDas dapat lebih proaktif dalam mengadvokasi kepentingan petani, terutama di wilayah-wilayah sentra pertanian unggulan,” ujarnya.
Sementara itu, Deddy Wahab, Program Officer Perkumpulan Gemawan, menegaskan bahwa advokasi kolaboratif menjadi kunci dalam memperkuat posisi petani.
“Melalui pendekatan advokasi kolaboratif, JaPeDas Sambas diharapkan mampu menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan. Pelatihan ini bukan hanya tentang transfer pengetahuan, tetapi juga membangun jejaring dan solidaritas antarpetani,” ungkapnya saat membuka kegiatan secara resmi.
Baca Juga: Atlet Angkat Berat Asal Kubu Raya Abdul Hadi Raih Medali Perak di ASEAN Para Games Thailand
Antusiasme peserta terlihat selama pelatihan berlangsung. Hendro, peserta dari Desa Seranggam, mengungkapkan bahwa pelatihan ini memberikan pemahaman baru dalam menyuarakan aspirasi petani secara efektif.
“Kami belajar bagaimana menyampaikan persoalan petani dengan tepat. Ini sangat membantu desa kami dalam menghadapi tantangan seperti akses pupuk dan pasar yang lebih adil,” katanya.
Dalam pelatihan ini juga digelar sesi simulasi dan bermain peran, di mana peserta melakukan praktik advokasi sebagai persiapan sebelum melakukan audiensi langsung dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sambas. Simulasi tersebut difokuskan pada isu-isu krusial yang kerap dihadapi petani, seperti sulitnya akses pupuk subsidi di lapangan.
Baca Juga: Hadiri Musrenbang Kuala Mandor B, Derahman Tegaskan Aspirasi Warga Harus Jadi Prioritas Pembangunan
Melalui simulasi ini, peserta dilatih memahami dinamika komunikasi dengan pejabat terkait, mengantisipasi berbagai respons, serta menyusun argumen berbasis kondisi riil petani. Peserta juga belajar membangun posisi tawar kolektif sekaligus memetakan tantangan yang dihadapi sebelum melakukan advokasi nyata.
Pelatihan advokasi ini merupakan bagian dari program berkelanjutan Perkumpulan Gemawan dalam upaya pemberdayaan Jaringan Petani Komoditas (JaPeDas) di Kabupaten Sambas khususnya, dan Kalimantan Barat pada umumnya. Diharapkan, para peserta dapat menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh untuk melakukan advokasi di wilayah masing-masing serta berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan petani di Kabupaten Sambas.
Artikel Terkait
Gugat UU LLAJ ke MK soal Pengendara Merokok di Jalan, Mahasiswa UMY Dapat Dukungan Warganet: Akhirnya Ada yang Mewakili Masyarakat
Lazismu Kalbar Gelar Rakerwil 2026, Perkuat Inovasi Sosial Berkelanjutan
Karhutla di Kubu Raya Masuki Hari ke-12, Api Merembet Dekati Jalan Raya di Desa Kuala
PLN Pontianak Gelar Donor Darah Peringati Bulan K3 Nasional 2026
Wacana Polri di Bawah Kementerian Disorot, Pemuda Muhammadiyah Kubu Raya Tolak Keras
Kantor SAR Pontianak Gelar SAR Go To School, Tanamkan Keselamatan Sejak Dini
Hadiri Musrenbang Kuala Mandor B, Derahman Tegaskan Aspirasi Warga Harus Jadi Prioritas Pembangunan
Atlet Angkat Berat Asal Kubu Raya Abdul Hadi Raih Medali Perak di ASEAN Para Games Thailand
Bupati Kubu Raya Tinjau Operasi Pasar LPG 3 Kg di Sungai Kakap
Kitabisa.org Perkuat Kolaborasi MangSilvo Bersama Gemawan dan Crustea di Mempawah