Saat ditanya mengapa tetap nekat terlibat dalam pengiriman narkoba padahal mengetahui sabu merupakan barang terlarang, tersangka menyebut faktor ekonomi dan kebutuhan keluarga.
Ia mengaku memiliki lima anak yang harus dinafkahi. Namun, dalam pendalaman petugas, alasan tersebut dinilai tidak sepenuhnya konsisten, mengingat tersangka juga mengonsumsi sabu secara rutin.
Petugas menilai motif ekonomi kerap menjadi alasan klasik dalam kasus peredaran narkotika, padahal keterlibatan sebagai kurir maupun pengguna tetap memiliki konsekuensi hukum berat.
Penyesalan Jelang Imlek dan Cap Go Meh 2026
B menyatakan penyesalannya. Ia mengaku sedih karena tidak dapat berkumpul bersama anak dan keluarganya pada perayaan Imlek dan Cap Go Meh 2026.
“Sudah cukup umur, Pak… tinggal mati,” ucapnya lirih, menandakan penyesalan atas perbuatannya.
Ia juga berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya kembali.
Proses Hukum Berlanjut
Saat ini, tersangka telah diamankan dan menjalani proses hukum lebih lanjut di Polres Kubu Raya. Penyidik masih melakukan pengembangan guna mengungkap jaringan yang lebih luas, termasuk sosok yang disebutnya sebagai “Asia”.
Kasus ini kembali menjadi pengingat bahwa peredaran narkotika tidak hanya melibatkan bandar besar, tetapi juga masyarakat dengan latar belakang pekerjaan biasa yang tergiur keuntungan instan.
Pihak kepolisian menegaskan komitmennya untuk terus memberantas peredaran narkoba di wilayah Kubu Raya dan sekitarnya, serta mengimbau masyarakat agar tidak mudah tergiur iming-iming keuntungan dari bisnis ilegal yang berisiko tinggi tersebut.
Artikel Terkait
Muhammadiyah Tetapkan Awal Ramadan 1447 H pada 18 Februari 2026
Papan dari Daur Ulang Plastik Bikin Pabrik Mininya Terlihat Estetik, Jerhemy Owen: Sampah Sachet Jadi Bahan Bangunan
Pengakuan Albert, Kurir Sabu 9 Gram yang Ditangkap di Jalan Mayor Alianyang
Tim SAR Gabungan Temukan Korban Tenggelam di Pantai JS Resort Temajuk
Tembok Rumah Mewah Dilaporkan Roboh hingga Timpa Area SMPN 182 Jakarta, Beruntung Terjadi di Luar Jam Belajar Siswa
Diduga Terlambat, Mobil MBG di Bogor Pancing Sorakan Siswa MTs Gegara Datang saat Sudah Jam Pulang Sekolah
Detik-detik Angkot Hampir Tertemper Kereta di Kawasan Jembatan Besi, Momen Sempat Tegang Gegara Tipisnya Jarak Aman
Lihat Anak-anak Asyik Renang pada Jalan Berlubang, Warga Lampung Sebut Itu Kini Jadi Wisata Baru di Kampung Halamannya
Mirip Marriage Market di China, Viral Fenomena Rocadoh di Mall yang Jadi Ajang Cari Jodoh pada Pusat Belanja RI
Usulan MBG Diganti Uang Rp15 Ribu Selama Puasa, Ingat Lagi Skema Pembagian MBG saat Ramadan yang Disesuaikan dengan Penerima Manfaat