SIBERKALIMANTAN.COM, PONTIANAK – Dalam upaya memperkuat sinergi antar lembaga dan mendorong program pembinaan yang produktif, Universitas Muhammadiyah Pontianak melaksanakan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) bersama Kanwil Pemasyarakatan Provinsi Kalimantan Barat di Kampus 2 UM Pontianak, Sungai Ambawang Senin 2 Maret 2026
Kegiatan ini turut disaksikan oleh Direktorat Jenderal Imigrasi dan Pemasyarakatan RI sebagai bentuk dukungan terhadap kolaborasi pembinaan warga binaan melalui program Peternakan Ayam Potong dan Perkebunan Jagung.
Rektor UM Pontianak, Heriansyah, menyampaikan bahwa kerja sama ini dilandasi semangat sinergi antara Catur Dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah dengan program reintegrasi sosial pemasyarakatan.
“Latar belakang kerja sama ini didasari oleh sinergi antara Catur Dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah dengan program reintegrasi sosial. Kami memiliki lahan produktif seluas 25 hektar di Sungai Ambawang yang perlu dikelola secara sistematis agar memberi nilai tambah ekonomi dan edukasi,” ujarnya.
Menurutnya, sebagai institusi pendidikan Islam, UM Pontianak memandang warga binaan sebagai bagian dari masyarakat yang berhak mendapatkan kesempatan kedua.
Baca Juga: Titik Karhutla Muncul Kembali di Kubu Raya, Damkar Parit Haji Muksin Lakukan Pemadaman
“Ini adalah bentuk dakwah bil hal. Kami ingin membuktikan bahwa warga binaan dapat menjadi bagian dari solusi ketahanan pangan daerah, bukan beban sosial,” tambahnya.
Pemilihan komoditas ayam potong dan jagung pun bukan tanpa alasan. Kedua sektor ini dinilai memiliki siklus panen yang relatif singkat, yakni 30–40 hari untuk ayam dan sekitar 100 hari untuk jagung, sehingga warga binaan dapat melihat hasil nyata dari proses kerja mereka dalam waktu dekat.
Selain itu, kebutuhan daging ayam dan jagung sebagai bahan pakan ternak di Kalimantan Barat dinilai cukup tinggi, sehingga peluang pasar terbuka luas. UM Pontianak juga akan menghadirkan transfer teknologi tepat guna yang sederhana dan aplikatif, agar keterampilan tersebut dapat diterapkan secara mandiri setelah masa pembinaan berakhir.
Heriansyah menegaskan, kerja sama ini diharapkan berdampak jangka panjang.
“Kami ingin melahirkan wirausahawan baru. Klien pemasyarakatan tidak hanya membawa sertifikat saat bebas nanti, tetapi membawa keahlian praktis yang membuat mereka mandiri secara ekonomi dan meminimalisir risiko residivisme,” tegasnya.
Baca Juga: Seleksi Pemilihan Lanceng Praben Kubu Raya 2026 Diikuti Peserta dari Sembilan Kecamatan
Ke depan, lahan Sungai Ambawang akan dikembangkan sebagai model Green Campus & Social Lab, yakni laboratorium sosial dan pusat inovasi pertanian-peternakan-perikanan berbasis pemberdayaan hukum yang dapat menjadi rujukan perguruan tinggi lain dalam mengimplementasikan pengabdian masyarakat.
Artikel Terkait
Tanam Mangrove, Rawat Masa Depan
Kantor SAR Pontianak Bagikan Paket Takjil, Peringati HUT ke-54 Basarnas dan Ramadan
Akademisi Untan Tegaskan Kasus Pembacokan di UIN Suska Riau Termasuk Kekerasan terhadap Perempuan
Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Peringati HUT ke-54, Kantor SAR Pontianak Gelar Upacara
PDI Perjuangan Kalimantan Barat Matangkan Konsolidasi Organisasi, Lasarus Targetkan Menang di Seluruh Kabupaten/Kota
PDI Perjuangan Terapkan Reward and Punishment, Sujiwo Tegaskan Target Menang 2029
Kalcer Gelar Diskusi “Marhaban Yaa Kalcer”, Angkat Tema Anak Muda: Harapan atau Ancaman?
Satu Dekade Sedekah Berantai, PDNA Pontianak Salurkan 146 Paket Sembako di Ramadan 1447 H
Seleksi Pemilihan Lanceng Praben Kubu Raya 2026 Diikuti Peserta dari Sembilan Kecamatan
Titik Karhutla Muncul Kembali di Kubu Raya, Damkar Parit Haji Muksin Lakukan Pemadaman