Pulang Kampung ke Kalbar, Pebiliar Internasional Silviana ‘Aina’ Lu Bagi Rahasia Sukses di Mancave Billiard

photo author
Sudarsono Ocon, Siber Kalimantan
- Senin, 30 Maret 2026 | 16:17 WIB

SIBERKALIMANTAN.COM, KUBU RAYA - Pusat Pelatihan POBSI Kubu Raya, Mancave Billiard Desa Kapur, mendadak riuh dengan kehadiran sosok inspiratif dunia biliar tanah air. Pebiliar internasional asal Pontianak, Silviana Lu atau yang akrab disapa Aina hadir untuk berbagi pengalaman serta memotivasi para atlet lokal, Minggu 29 Maret 2026 malam.

Atlet yang telah malang melintang di kejuaraan dunia ini membagikan kisah perjalanan kariernya yang penuh dedikasi, mulai dari meja biliar di Kalimantan Barat hingga menembus panggung elite di Las Vegas.

20 Tahun Meniti Karier: Dari Nasional ke Semifinal Dunia

Aina mengungkapkan bahwa kecintaannya pada dunia biliar bukanlah proses instan. Ia telah aktif mengikuti turnamen nasional sejak usia 10 tahun. Artinya, sudah dua dekade ia mendedikasikan hidupnya sebagai atlet.
Puncaknya, Aina berhasil menembus babak semifinal di Las Vegas pada tahun 2022, sebuah pencapaian yang membuktikan bahwa atlet asal daerah mampu bersaing dengan pemain-pemain juara dunia.

"Jujur bisa mewakili internasional itu sangat senang dan luar biasa. Banyak hal yang dirasakan, tapi apa pun itu, semua dilalui dengan hal-hal yang menarik," ungkap Aina dengan antusias.

Berkorban Demi Impian

Bagi Aina, perbedaan antara skala nasional dan internasional bukan sekadar gengsi, melainkan pada tingkat persiapan dan pengorbanan yang dilakukan. Ia menekankan bahwa grafik karier seorang atlet tidak selalu mulus.

"Kalau bicara soal rintangan, sebenarnya enggak akan ada habisnya. Ketika kita menginginkan sesuatu, pasti ada pengorbanan. Tentu ada saat kita di atas, ada saat kita jatuh, tapi itu semua adalah proses yang harus dilalui untuk meraih impian," jelasnya.

Mencari Titik Breakthrough dan Konsistensi
Meski sudah berada di level internasional dan sering berhadapan dengan juara dunia, Aina mengaku masih terus belajar. Baginya, tantangan terbesar saat ini adalah menembus batas kemampuan diri atau breakthrough.

  • Pengalaman: Berhadapan langsung dengan pemain top dunia memberikan banyak pelajaran teknis dan mental.
  • Tantangan: Keluar dari zona nyaman untuk mencapai level yang lebih tinggi.
  • Kunci Utama: Konsistensi. Aina menegaskan bahwa konsistensi luar biasa adalah hal yang masih terus ia latih hingga saat ini.

Pesan untuk Atlet Kubu Raya: "Jadikan Tempat Manapun Sebagai Ruang Kelas"

Melihat antusiasme di Mancave Billiard Desa Kapur, Aina mengaku kagum dengan semangat para atlet muda di Kubu Raya. Ia melihat adanya rasa ingin tahu yang besar untuk mendongkrak prestasi.

Ia pun menitipkan pesan mendalam bagi para juniornya di Kalimantan Barat:

"Pesan saya, jangan pernah berhenti belajar. Di mana pun kalian berada, anggap saja itu seperti ruang kelas. Pasti ada ilmu yang bisa kalian dapatkan dari situ," pungkasnya.

Kehadiran Aina diharapkan menjadi lecutan semangat bagi POBSI Kubu Raya untuk terus mencetak bibit-bibit unggul yang mampu mengikuti jejak sang "Srikandi Biliar" asal Kalbar ini di kancah dunia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Sudarsono Ocon

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X