SIBERKALIMANTAN.COM, KUBU RAYA - Salah satu persoalan mendasar dalam sektor pertanian di Kalimantan Barat saat ini adalah minimnya minat Calon Petani (CP), meskipun ketersediaan lahan masih cukup luas dan potensial untuk digarap.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Provinsi Kalimantan Barat, Ir. Herti Herawati, MMA, saat menghadiri kegiatan halal bihalal penggiat pertanian di Pondok Pesantren Minum Islam dengan tema “Hiduplah Tanahku, Hiduplah Negeriku”.
Menurut Herti, ketidakseimbangan antara ketersediaan lahan dan jumlah petani aktif menjadi tantangan serius dalam upaya peningkatan produksi pertanian di daerah.
Baca Juga: Resmi Daftar Ketua KONI Kubu Raya, Zulkarnain Kantongi Dukungan 26 Cabor
“Lahan kita masih tersedia, bahkan cukup luas. Namun, tantangan kita saat ini adalah kurangnya minat calon petani untuk mengelola lahan tersebut,” ujarnya.
Ia menjelaskan, komoditas hortikultura seperti cabai juga menjadi perhatian khusus, mengingat perannya sebagai salah satu penyumbang inflasi di daerah.
Oleh karena itu, penguatan sektor pertanian, khususnya komoditas strategis, menjadi bagian penting dalam program ketahanan pangan.
“Cabai merupakan salah satu komoditas yang berpengaruh terhadap inflasi. Maka dari itu, pengembangan budidaya cabai ini juga menjadi bagian dari program ketahanan pangan untuk masyarakat,” jelasnya.
Sebagai upaya mengatasi persoalan minimnya minat petani, Dinas TPH Kalbar mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut serta dalam mengembangkan sektor pertanian.
Tidak hanya masyarakat umum, kalangan lembaga pendidikan keagamaan seperti pondok pesantren juga didorong untuk ambil bagian.
Menurut Herti, pondok pesantren memiliki potensi besar dalam mendukung ketahanan pangan, sekaligus menjadi sarana edukasi dan pemberdayaan santri di bidang pertanian.
“Kami mengajak semua pihak, termasuk pondok pesantren, untuk mulai menggalakkan pertanian. Ini bukan hanya soal produksi, tetapi juga membangun kemandirian dan keterampilan,” tambahnya.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Dinas TPH Provinsi Kalimantan Barat siap menyediakan berbagai bantuan, termasuk penyediaan bibit tanaman bagi pihak-pihak yang siap mengembangkan usaha pertanian.
“Kami siap memfasilitasi, salah satunya dengan menyiapkan bibit. Harapannya, ini bisa mendorong minat masyarakat untuk kembali bertani,” tegasnya.
Artikel Terkait
Dilaporkan ke Polisi Buntut 29 Santri Gagal Terbang, Super Air Jet Ungkap Kronologi Kedatangan Rombongan
Siswa Tak Habis Makan MBG, Viral Guru Honorer Kumpulkan Sisa Makanan untuk Dijadikan Pakan Ternak
Viral Aksi Catcalling di Surabaya, Polisi Turun Tangan Mediasi hingga Pelaku Minta Maaf dan Janji Tak akan Mengulangi
Merawat Bumi dari Pinggir: Saat Difabel Menjadi Garda Depan Aksi Iklim di Pontianak
Niat Hati Belikan Mainan untuk jadi Penyemangat Sembuh, Viral Momen Barang Baru Datang saat Anaknya Sudah Meninggal
Bertabur Para Tokoh, Pelantikan PCNU Banyuwangi Berlangsung Khidmat, Ahamd Turmudi: NU Siap Menjalin Kolaborasi
Klaim Jalan Milik Pribadi, Bapak-bapak di Sidoarjo Ini Mendadak Viral usai Aksinya Blokir Sepihak Mobil yang Melintas
Diduga Ribet Minta Izin Manajer, Petugas Pom Bensin di Semarang Diprotes usai Telat Beri APAR di Insiden Kebakaran Motor
Curhat Warga Jakarta yang Keluhkan Aplikasi JAKI, Laporkan Parkir Liar tapi Diduga Hasilnya Hanya Jepretan AI
Kronologi Kecelakaan Maut yang Libatkan Truk TNI di Jakbar versi Kadispenad, Pemotor Dilaporkan Hilang Kendali hingga Terjatuh