daerah

Anak 10 Tahun Hilang Saat Bermain, Tim SAR Pontianak Temukan Korban dalam Kondisi Meninggal Dunia

Rabu, 10 Desember 2025 | 17:44 WIB
Seorang anak laki-laki berusia 10 tahun bernama Bayanaka Patal Ramlan ditemukan meninggal dunia setelah dilaporkan hilang saat bermain.

SIBERKALIMANTAN.COM, PONTIANAK — Seorang anak laki-laki berusia 10 tahun bernama Bayanaka Patal Ramlan ditemukan meninggal dunia setelah dilaporkan hilang saat bermain di sekitar Parit Tokaya, Kelurahan Benua Melayu Laut, Kecamatan Pontianak Selatan, pada Senin, 8 Desember 2025. Peristiwa ini terjadi saat kawasan tersebut tengah dilanda banjir rob.

Kepala Kantor SAR Pontianak, I Made Junetra, menjelaskan bahwa korban sempat pamit bermain sekitar pukul 10.00 WIB di sekitar parit yang tergenang air. Namun hingga malam hari, korban tidak kunjung pulang. 

Baca Juga: Jembatan Marau–Air Upas Ambruk, Akses Warga Lumpuh Total Masyarakat Galang Dana untuk Perbaikan Darurat

“Korban pamit bermain di sekitar parit yang sedang tergenang banjir rob. Hingga pukul 19.05 WIB korban tidak kembali sehingga pihak keluarga melapor dan diduga korban tenggelam di Parit Tokaya,” ujar Junetra.

Menerima laporan tersebut, Kantor SAR Pontianak langsung menurunkan satu regu tim rescue lengkap dengan berbagai peralatan.

“Kami memberangkatkan satu tim rescue menggunakan Rescue Car D-Max, dilengkapi rubber boat, peralatan evakuasi, medis, navigasi, komunikasi, selam, dan perlengkapan pendukung lainnya,” jelasnya.

Pencarian dilakukan dengan menyusuri aliran parit dan memeriksa titik-titik yang berpotensi menjadi lokasi korban terseret arus.

Baca Juga: Kontroversi Kebijakan Menkeu Purbaya Setop Impor Baju Bekas: Angin Segar bagi Industri, tapi Bikin Pedagang Merana

Setelah upaya pencarian yang dilakukan sepanjang malam, korban akhirnya ditemukan oleh Tim SAR Gabungan pada Selasa pagi, 9 Desember 2025.

“Korban ditemukan pada koordinat 0° 2' 27.78" S — 109° 20' 35.10" E, berjarak kurang lebih 21 meter ke arah hulu dari lokasi kejadian, dalam keadaan meninggal dunia,” kata Junetra. Setelah ditemukan, korban segera dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga.

Sebagai bentuk edukasi keselamatan, I Made Junetra mengimbau masyarakat agar lebih waspada, terutama dalam menghadapi kondisi cuaca ekstrem. Ia menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap anak-anak saat berada di sekitar sungai, parit, atau genangan air. Menurutnya, risiko tenggelam meningkat signifikan pada musim penghujan dan banjir rob.

Baca Juga: DWP Kemenag Kubu Raya Gelar Kegiatan Semarak Sambut HAB ke-80 dan Peringatan Hari Ibu

Ia juga menegaskan perlunya mengajarkan anak mengenai bahaya arus air sejak dini agar mereka lebih memahami potensi risiko yang ada.

Tragedi ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan, terutama di lingkungan yang rawan air, guna mencegah kejadian serupa terulang kembali di kemudian hari.

Tags

Terkini