SIBERKALIMANTAN.COM, KUBU RAYA - Cuaca ekstrem berupa hujan lebat, angin kencang, dan banjir melanda sebagian besar wilayah Kalimantan Barat sejak beberapa hari terakhir.
Kondisi ini mencapai puncaknya pada hari ini, berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio Pontianak.
Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Supadio, Sutikno, menjelaskan bahwa pihaknya telah mengeluarkan peringatan dini sejak kemarin, termasuk potensi air pasang laut yang memengaruhi daerah pesisir.
Baca Juga: Masjid Raya Mujahidin Kalimantan Barat Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Banjir Sumatera
“Kemarin sudah kami rilis potensi cuaca ekstrem termasuk air pasang laut. Hari ini adalah puncak cuaca ekstrem. Muka air Sungai Kapuas hari ini mencapai 3,0 meter, tertinggi dalam 15 tahun terakhir. Terakhir kali setinggi ini terjadi pada tahun 2010,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa kombinasi fase bulan purnama, hujan lebat di wilayah laut, serta dorongan angin kencang menyebabkan kenaikan permukaan air sungai yang signifikan. Menurutnya, kondisi cuaca seperti ini masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Baca Juga: Gembong Sabu 5 Triliun Dibekuk di Kamboja, BNN: Ini Penyelamatan 8 Juta Jiwa
Sementara itu, Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Pontianak meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana banjir dan dampak cuaca ekstrem lainnya.
Kepala Kantor SAR Pontianak, I Made Junetra, mengatakan bahwa pengecekan personel dan peralatan dilakukan sejak pagi untuk memastikan kesiapan dalam menghadapi keadaan darurat.
“Persiapan kami dari sisi sumber daya manusia dan peralatan sudah dilakukan saat apel pagi. Tugas kami sesuai undang-undang adalah melaksanakan tindakan awal berupa pencarian dan pertolongan di saat tanggap darurat bencana. Kami selalu update informasi dari BMKG terkait cuaca,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa SAR Pontianak selalu berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) provinsi dan kabupaten/kota, serta TNI–Polri dalam memantau perkembangan situasi di lapangan. Masyarakat juga diimbau untuk segera menghubungi layanan darurat jika membutuhkan bantuan.
“Jika terjadi emergensi, masyarakat dapat menghubungi 115. Untuk kondisi urgent di wilayah, bisa menghubungi BNPB, nanti mereka meneruskan kepada kami sehingga kita bisa berkolaborasi,” tambahnya.
Baca Juga: Hidimu Kalbar Resmi Dilantik, Muhammadiyah Siapkan Langkah Besar untuk Gerakan Inklusi Disabilitas
BMKG mengimbau masyarakat Kalimantan Barat, khususnya yang tinggal di bantaran Sungai Kapuas, untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, pohon tumbang, serta gelombang tinggi di perairan.
Warga diminta membatasi aktivitas luar rumah dan berhati-hati saat berkendara selama cuaca ekstrem berlangsung.
Program kesiapsiagaan ini diharapkan dapat meminimalkan risiko dan memastikan keselamatan masyarakat di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.
Artikel Terkait
Kisah Guru NTT yang Akhirnya Jadi PPPK Usai Videonya Ditanggapi Prabowo: Sampai Tidak Bisa Berjalan, Sa Baru Berhenti Mengajar
Hidimu Kalbar Resmi Dilantik, Muhammadiyah Siapkan Langkah Besar untuk Gerakan Inklusi Disabilitas
Gembong Sabu 5 Triliun Dibekuk di Kamboja, BNN: Ini Penyelamatan 8 Juta Jiwa
Pohon di Bandung akan Diberi KTP untuk Tingkatkan Keselamatan Warga
Kalam Spesial Remaja Mujahidin Ajak Anak Muda Jaga Kebiasaan Qur’an dan Kesehatan Mental
Agam Kembali Menyala, Sistem Kelistrikan Sumbar Pulih 100% Pascabencana
PLN Tuntaskan Pemulihan Kelistrikan Sumut 100 Persen! Sumut Kembali Menyala
Yayasan Sepakat Gelar Edukasi Pencegahan Kekerasan Seksual di SMP Negeri 13 Pontianak
Masjid Raya Mujahidin Kalimantan Barat Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Banjir Sumatera
Bupati Kubu Raya Tegaskan Komitmen Keberagaman Saat Tinjau Operasi Pasar di Gereja St. Agustinus