SIBERKALIMANTAN.COM, PONTIANAK – Sejumlah komunitas kreatif di Kota Pontianak, di antaranya Komicpon Community, Omprenk Community, Kapak Merah Community, SFC (Slank Fans Club) Pontianak, Gitarpon Community, bersama masyarakat umum, menggelar aksi penggalangan dana bagi korban banjir di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh. Aksi solidaritas ini berlangsung selama tiga malam, sejak Jumat, 5 Desember hingga Minggu, 7 Desember 2025.
Dalam kegiatan tersebut, para relawan melakukan penggalangan dana dengan cara mengamen dari satu warung kopi ke warung kopi lainnya. Aksi ini kemudian ditutup di titik akhir Bundaran Tugu Digulis Universitas Tanjungpura. Cara sederhana ini dipilih karena dinilai dapat menjangkau lebih banyak masyarakat sekaligus mengajak warga untuk turut berkontribusi.
Koordinator aksi, Endra Despani, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kepedulian terhadap warga yang sedang terdampak banjir di berbagai daerah di Sumatra.
“Dari kegiatan penggalangan dana ini, sementara terkumpul Rp9,8 juta dalam waktu tiga hari. Aksi kami menyasar berbagai wilayah di Kota Pontianak dengan mengamen keliling warkop hingga berakhir di Bundaran Tugu Digulis,” ujarnya.
Endra mengatakan, metode mengamen tidak hanya bertujuan mengumpulkan donasi, tetapi juga menyebarkan informasi tentang dampak banjir serta menggerakkan solidaritas publik.
“Melalui aksi ini, kami berusaha membangun kepedulian dan solidaritas masyarakat Kota Pontianak terhadap sesama.
Baca Juga: Update Korban Bencana di Sumatera: 753 Meninggal Dunia, 650 Jiwa Dilaporkan Masih Hilang
Selain itu, kami berharap aliansi ini tidak hanya berhenti pada penggalangan dana untuk bencana kali ini, tetapi juga mampu merefleksikan langkah-langkah selanjutnya setelah banjir mereda,” tambahnya.
Lebih jauh, Endra menyoroti kondisi ekologis di Sumatra yang menjadi latar belakang meningkatnya risiko bencana. Mengutip data Global Forest Watch (GFW), ia menyampaikan bahwa Sumatra merupakan pusat krisis deforestasi di Indonesia.
Sejak 2002 hingga 2024, pulau tersebut kehilangan tutupan pohon hingga 4,3 juta hektare, atau sekitar 44 persen dari total deforestasi netto nasional. Hal ini menjadikan Sumatra sebagai kontributor terbesar kehilangan tutupan hutan dibanding pulau-pulau besar lainnya.
Baca Juga: Puncak Arus Mudik Nataru Diprediksi 24 Desember, Arus Balik 2 Januari 2026
“Ke depan, kami akan melakukan aksi lanjutan untuk membantu memutus siklus bencana ini. Dibutuhkan intervensi mendalam, bukan hanya respons darurat. Jika dibiarkan, frekuensi bencana akan terus meningkat. Kami juga berencana berdiskusi dengan berbagai pihak untuk menegaskan bahwa bencana alam ini adalah krisis ekologis yang perlu ditangani dengan langkah efektif, termasuk rehabilitasi fungsi hutan Sumatra sebagai penopang kehidupan berkelanjutan,” tutupnya.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, komunitas-komunitas tersebut akan kembali menggelar aksi penggalangan dana pada 19 Desember 2025 di Warkop Aming, Jalan Podomoro, Kota Pontianak. Aksi ini diharapkan dapat semakin memperluas gerakan kepedulian masyarakat terhadap korban bencana di Sumatra dan Aceh.
Artikel Terkait
Masjid Raya Mujahidin Kalimantan Barat Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Banjir Sumatera
Bupati Kubu Raya Tegaskan Komitmen Keberagaman Saat Tinjau Operasi Pasar di Gereja St. Agustinus
Cuaca Ekstrem Melanda Kalbar, BMKG Tetapkan Puncak Banjir dan SAR Pontianak Siaga Penuh
DWP Kemenag Kubu Raya Gelar Kegiatan Semarak Sambut HAB ke-80 dan Peringatan Hari Ibu
Puncak Arus Mudik Nataru Diprediksi 24 Desember, Arus Balik 2 Januari 2026
Sido Muncul Serahkan Bantuan CSR Rp900 Juta untuk Pemulihan Warga Terdampak di 3 Provinsi Sumatera
KPK Bakal Cecar PBNU Buntut Pemecatan Gus Yahya Terkait Skandal Aliran Dana Rp100 Miliar, Selidiki Audit di 2022
Update Korban Bencana di Sumatera: 753 Meninggal Dunia, 650 Jiwa Dilaporkan Masih Hilang
Kontroversi Kebijakan Menkeu Purbaya Setop Impor Baju Bekas: Angin Segar bagi Industri, tapi Bikin Pedagang Merana
Kargo Technologies Resmikan Identitas Baru, Dorong Elektrifikasi Armada Logistik Hingga 40.000 Kendaraan di 2035