daerah

Akselerasi Cakupan Air Bersih: Perumda Tirta Raya Kubu Raya Targetkan 43,5% Layanan di 2030

Senin, 23 Maret 2026 | 10:32 WIB
Direktur Harmawan, S.Sos., Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Raya Kabupaten Kubu Raya tengah memacu langkah besar untuk melakukan transformasi dan ekspansi besar-besaran terhadap cakupan layanan air bersih

SIBERKALIMANTAN.COM, KUBU RAYA - Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Raya Kabupaten Kubu Raya tengah memacu langkah besar untuk melakukan transformasi dan ekspansi besar-besaran terhadap cakupan layanan air bersih di wilayahnya. Di bawah kepemimpinan Direktur Harmawan, S.Sos., perusahaan plat merah ini menargetkan lonjakan signifikan pada coverage area hingga mencapai 43,5% pada tahun 2030 mendatang.

Langkah strategis ini diambil sebagai respons atas kondisi saat ini, di mana layanan air bersih di Kabupaten Kubu Raya baru menyentuh angka 21% dari total jumlah penduduk. Sebagai daerah yang berbatasan langsung dengan ibu kota provinsi, percepatan pembangunan infrastruktur Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dinilai menjadi kebutuhan mendesak yang tidak bisa ditunda lagi.

Baca Juga: Percepat Pembangunan Infrastruktur, Pemkab Kubu Raya Fokus pada Jalan Poros Ekonomi dan Air Bersih

Target Melampaui Standar Nasional

Dalam pemaparannya, Harmawan menegaskan bahwa rencana bisnis (business plan) perusahaan telah dipetakan secara terukur hingga tahun 2030. Target 43,5% yang dicanangkan bukan sekadar angka, melainkan komitmen untuk melampaui standar minimal yang ditetapkan oleh pemerintah pusat.

"Mudah-mudahan di 2030 target kita 43,5% terpenuhi. Dan ini melebihi target nasional yang ditetapkan oleh pemerintah untuk tingkat Kabupaten, di mana coverage area minimal 40% pada tahun 2030," ujar Harmawan saat memberikan keterangan terkait pengembangan infrastruktur air bersih di Kubu Raya.

Untuk mencapai target ambisius tersebut, Perumda Tirta Raya memerlukan penambahan kapasitas produksi total sekitar 600 liter per detik (lps) yang akan dibangun secara bertahap di beberapa titik strategis.

Baca Juga: Lasarus Ungkap 3 Program Prioritas Kubu Raya 2026: Jalan, Air Bersih, dan Sampah Jadi Fokus Utama

Peta Jalan Pembangunan Infrastruktur: Dari APBN hingga Skema B2B

Harmawan merincikan lima titik utama pembangunan infrastruktur yang akan menjadi tulang punggung pemenuhan air bersih di Kubu Raya:

  • Wilayah Arang Limbung: Akan dilakukan proses lelang pada 25 Maret untuk pembangunan kapasitas 100 liter per detik yang didanai sepenuhnya melalui APBN.
  • Kecamatan Sungai Kakap: Menjadi proyek terbesar dengan rencana pembangunan kapasitas 300 liter per detik. Proyek ini menggunakan skema Business to Business (B2B) senilai Rp300 miliar, di mana Rp100 miliar di antaranya didukung oleh pemerintah pusat melalui bantuan perpipaan APBN.
  • Kuala Dua: Direncanakan pembangunan kapasitas 100 liter per detik.
  • ​Penepat (Ambawang dan sekitarnya): Pembangunan kapasitas 100 liter per detik untuk melayani area pertumbuhan baru.
  • Kuala Mandor B: Pembangunan kapasitas sekitar 20 liter per detik untuk menjangkau wilayah pemukiman di sana.

Tahun ini menjadi periode krusial karena Perumda Tirta Raya fokus menuntaskan readiness criteria, mulai dari pengadaan lahan, penyusunan Feasibility Study (FS), hingga Detailed Engineering Design (DED).

Dukungan Politik dan Potensi Pelanggan Baru

Upaya percepatan ini tidak lepas dari dukungan kuat lembaga legislatif tingkat nasional. Harmawan memberikan apresiasi khusus atas peran Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, yang berkomitmen penuh mengawal kebutuhan infrastruktur SPAM di Kubu Raya.

"Dukungan dari DPR RI melalui Pak Lasarus luar biasa. Beliau mendukung 100% karena melihat capaian kita saat ini yang baru 21% sebagai daerah penyangga ibu kota provinsi masih sangat memprihatinkan," tambahnya.

Berdasarkan data Real Demand Survey (RDS), potensi pertumbuhan pelanggan sangatlah besar. Di wilayah Sungai Kakap saja, tercatat ada 32.000 sambungan yang sudah siap untuk masuk ke jaringan PDAM. Selain itu, proyeksi penambahan juga tersebar di Sungai Raya sebanyak 5.000 sambungan, wilayah Ambawang (Korek dan sekitarnya) sebanyak 7.000 sambungan, serta Kuala Mandor dan Ambawang Timur sekitar 2.000 sambungan.

Halaman:

Tags

Terkini