SIBERKALIMANTAN.COM, KUBU RAYA - Bupati Kubu Raya, H. Sujiwo, S.E., M.Sos., memberikan instruksi keras kepada seluruh jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya untuk tidak berpangku tangan dalam menghadapi ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
Hal tersebut ditegaskan Bupati Sujiwo saat memimpin Apel Internal Penanganan Karhutla di hadapan jajaran Forkopimda, OPD terkait, serta personel TNI-Polri di Kubu Raya.
Dalam arahannya, Sujiwo menekankan bahwa ASN adalah abdi negara yang memegang tanggung jawab utama dalam melindungi wilayah dari kabut asap. Ia meminta ASN tidak membiarkan relawan pemadam kebakaran (Damkar) swasta bekerja sendirian di garda terdepan.
Baca Juga: Pimpin Apel Siaga Karhutla, Bupati Kubu Raya Instruksikan Patroli Terpadu Selama Status Darurat
"Di pundak kitalah tanggung jawab utama ini berada. Jangan justru sebaliknya, kita menjadi pemain cadangan, sementara relawan swasta menjadi pemain utama. Kita harus hadir di lapangan," tegas Bupati Sujiwo.
Instruksikan Pembuatan Embung Massal
Menyikapi prediksi BMKG mengenai musim kemarau yang lebih panjang (4-5 bulan), Bupati langsung memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk berkolaborasi dengan BPBD dalam membangun embung atau sumber air sebanyak mungkin.
"Langkah pertama, saya minta Kadis PUPR buat embung sebanyak-banyaknya di titik-titik rawan yang selalu berulang terjadi kebakaran. Kita tidak boleh berpasrah pada alam," ujarnya.
Baca Juga: Kesbangpol Kubu Raya Ajak Ormas Bersinergi Cegah Karhutla Hadapi Kemarau Panjang
Siap Fasilitasi Peralatan Damkar Swasta
Sujiwo mengungkapkan rasa prihatinnya saat turun langsung ke lapangan dan melihat para relawan swasta bertaruh nyawa dengan peralatan yang minim. Ia menemukan fakta di lapangan bahwa banyak relawan yang terkendala mesin pompa yang sering macet serta selang yang terlalu pendek.
Terkait hal itu, ia memberikan diskresi kebijakan untuk segera melakukan pengadaan alat tanpa harus menunggu birokrasi anggaran yang panjang dalam situasi darurat (force majeure).
"Saya sudah minta Pak Sekda cari toko peralatan. Saya akan bertanggung jawab. Jika butuh 100 mesin, kita ambil sekarang. Kita distribusikan kepada Damkar swasta. Masalah bayar itu nomor sekian, yang penting api padam dan masyarakat tidak sesak napas," tambahnya dengan nada tegas.
85 Persen Lahan Sengaja Dibakar
Bupati juga menyoroti temuan di lapangan di mana dari 123 titik api yang terpantau, mayoritas atau sekitar 85 persen di antaranya patut diduga kuat sengaja dibakar oleh oknum tidak bertanggung jawab.