daerah

Rakor Karhutla 2026 di Sungai Raya: Polisi, Pemda hingga Perusahaan Sepakat Perkuat Antisipasi Musim Kemarau Panjang

Sabtu, 4 April 2026 | 00:32 WIB
Polisi Rakor Karhutla 2026 di Sungai Raya

SIBERKALIMANTAN.COM, KUBU RAYA - Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus diperkuat jelang musim kemarau panjang 2026. Hal ini terlihat dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Penanggulangan Karhutla yang digelar di Aula Kantor Kecamatan Sungai Raya, Jalan Adisucipto, Kabupaten Kubu Raya, Kamis 2 April 2026 pukul 09.00 WIB.

Rakor tersebut dihadiri unsur TNI-Polri, pemerintah daerah, BPBD, para kepala desa, Masyarakat Peduli Api (MPA), hingga perwakilan sejumlah perusahaan yang beroperasi di wilayah Kecamatan Sungai Raya.

Sejumlah pejabat yang hadir di antaranya Wakapolres Kubu Raya Kompol Andri Syahroni, Kabag Ops Polres Kubu Raya AKP Samidi, Kapolsek Sungai Raya AKP Haryanto, Camat Sungai Raya M. Ikhsan Sukendra, serta perwakilan Kodim 1207/Pontianak dan BPBD Kubu Raya.

Baca Juga: Zulkarnain Resmi Kembalikan Berkas Calon Ketua KONI Kubu Raya, Kantongi Dukungan Mayoritas Cabor

Antisipasi Karhutla di Tengah Curah Hujan Menurun

Kapolsek Sungai Raya AKP Haryanto mengatakan, rakor ini digelar sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi karhutla yang cenderung meningkat akibat curah hujan yang mulai berkurang.

“Rakor ini bertujuan menyatukan langkah seluruh stakeholder, khususnya pemerintah desa, dalam menghadapi potensi karhutla di wilayah Sungai Raya yang memiliki fluktuasi cukup tinggi,” ujarnya.

Ia menegaskan, pencegahan karhutla merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, seluruh elemen diminta aktif meminimalisir munculnya titik api, termasuk peran perusahaan yang dinilai sudah cukup aktif dalam upaya pencegahan di area perkebunan.

Baca Juga: Pemprov Kalbar Prioritaskan Perbaikan Jembatan Keraton Kubu, Anggaran Capai Rp20 Miliar

Bandara Supadio Jadi Perhatian Khusus

Sementara itu, Camat Sungai Raya M. Ikhsan Sukendra menekankan bahwa karhutla menjadi perhatian serius karena wilayahnya berdekatan dengan Bandara Supadio yang merupakan objek vital nasional.

“Karhutla bukan hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga dapat mengganggu aktivitas penerbangan. Karena itu, kolaborasi semua pihak sangat diperlukan,” katanya.

Ia juga mengimbau pemerintah desa untuk lebih aktif memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, serta memasang spanduk atau baliho imbauan di titik-titik strategis.

Prediksi Kemarau Panjang, Perlu Langkah Dini

Wakapolres Kubu Raya Kompol Andri Syahroni mengungkapkan, berdasarkan prediksi BMKG, musim kemarau tahun ini diperkirakan lebih panjang dan kering dibanding biasanya.

Halaman:

Tags

Terkini