daerah

Rakor Karhutla 2026 di Sungai Raya: Polisi, Pemda hingga Perusahaan Sepakat Perkuat Antisipasi Musim Kemarau Panjang

Sabtu, 4 April 2026 | 00:32 WIB
Polisi Rakor Karhutla 2026 di Sungai Raya

“Kondisi ini harus kita antisipasi sejak dini. Diperkirakan curah hujan baru akan meningkat sekitar Agustus 2026, sehingga potensi karhutla cukup tinggi,” jelasnya.

Ia mengajak masyarakat mulai mempersiapkan kebutuhan air bersih, serta menjaga kesehatan menghadapi dampak asap. Selain itu, ia juga mendorong pembangunan embung sebagai cadangan air, normalisasi parit, hingga koordinasi penggunaan alat berat dengan pemerintah daerah.

Tak hanya itu, Wakapolres juga menekankan pentingnya penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan serta mendorong perusahaan memberikan insentif kepada desa yang berhasil menekan angka hotspot.

Data Hotspot Masih Fluktuatif

Kabag Ops Polres Kubu Raya AKP Samidi memaparkan, wilayah Kubu Raya didominasi lahan gambut dengan tingkat kerawanan tinggi terhadap karhutla. Dari total luas wilayah, sekitar 60 persen merupakan lahan gambut.

Berdasarkan data awal tahun 2026, jumlah hotspot mengalami fluktuasi:

Januari: 377 titik api
Februari: 141 titik api
Maret: 255 titik api

“Dampaknya tidak hanya pada lingkungan, tetapi juga kesehatan masyarakat, ekonomi, pendidikan, bahkan operasional Bandara Supadio,” jelasnya.

Ia menambahkan, strategi penanganan dilakukan melalui pendekatan preventif seperti sosialisasi dan patroli, serta represif melalui penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran.

BPBD: 152 Kejadian Karhutla di Awal 2026

Perwakilan BPBD Kubu Raya, Herbimo Utomo, menyampaikan bahwa hingga akhir Maret 2026 telah terjadi 152 kejadian karhutla di wilayah Kubu Raya.

“Penanganan dilakukan secara terpadu melalui tiga tahap, yakni pra-bencana, saat bencana, dan pasca-bencana,” ujarnya.

BPBD juga menyiapkan berbagai langkah strategis, mulai dari inventarisasi sumber air, peningkatan patroli, hingga pelibatan dunia usaha dalam pembentukan Desa Tangguh Bencana.

Ancaman Pidana Menanti Pelaku Pembakaran

Kasat Reskrim Polres Kubu Raya IPTU Nunut Rivaldo Simanjuntak menegaskan, sebagian besar kasus karhutla disebabkan oleh ulah manusia, baik sengaja maupun kelalaian.

Halaman:

Tags

Terkini