daerah

KREASI Muhammadiyah Apresiasi Kinerja & Dukungan Bupati Ketapang di Dunia Pendidikan

Minggu, 5 April 2026 | 04:14 WIB
Istimewa

SIBERKALIMANTAN.COM, KETAPANG– Program Kolaborasi untuk Edukasi Anak Indonesia (KREASI) resmi menuntaskan perjalanan tahun pertamanya di Kabupaten Ketapang yang berlangsung sejak Maret 2025 hingga Maret 2026. Program yang akan berlanjut hingga tahun 2028 ini dinilai sukses memberikan dampak nyata serta mencapai target implementasi hingga 100 persen sesuai rencana awal.Baca Juga: WALHI Soroti Lonjakan Karhutla Maret 2026, Ribuan Hotspot Terdeteksi di Area Konsesi Perusahaan

Advocacy Officer KREASI Ketapang, Syarif Rizal, saat ditemui pada Sabtu 4 April 2026 menyampaikan bahwa keberhasilan tersebut tidak terlepas dari dukungan penuh pemerintah daerah, khususnya Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, dan Wakil Bupati, Jamhuri Amir.

“Selain dari proses dan perencanaan program yang matang, terukur, dan profesional, peran aktif pemerintah daerah menjadi kunci utama keberhasilan program ini,” ujar Rizal.

Ia juga mengapresiasi kepemimpinan kepala daerah yang dinilai konsisten mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Ketapang.

“Kami mengapresiasi kepemimpinan Bapak Bupati Alexander Wilyo dan Bapak Wakil Bupati Jamhuri Amir, sehingga Program KREASI mampu memberikan manfaat nyata, baik dalam peningkatan kompetensi guru maupun perbaikan kualitas kepala sekolah yang menjadi fokus intervensi program,” tambahnya.

Program KREASI menutup tahun pertama dengan capaian positif. Tim KREASI Ketapang, khususnya dari Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah, menaruh harapan besar agar sinergi dengan pemerintah daerah dapat terus berlanjut demi keberlangsungan program di masa mendatang.
Baca Juga: Empat Dapur MBG di Kayong Utara Tutup, Dugaan Kelalaian Korwil Jadi Sorotan

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Ketapang menunjukkan komitmen kuat terhadap sektor pendidikan. Di tengah kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat, pemerintah daerah tetap mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar 28 persen, jauh di atas batas minimal mandatory spending sebesar 20 persen.

“Ini menunjukkan keberpihakan yang sangat tinggi dari pemerintah daerah terhadap kebutuhan pendidikan masyarakat,” kata Rizal.

Selain alokasi anggaran, pemerintah daerah juga menggulirkan sejumlah program unggulan, seperti Kartu Ketapang Pintar serta pembagian seragam dan alat tulis sekolah. Program tersebut telah menjangkau sekitar enam ribu siswa SD dan dua ribu lima ratus siswa SMP di Kabupaten Ketapang.Baca Juga: Mahasiswa Gelar Aksi Kamisan di Bundaran Digulis, Soroti Isu HAM dan Supremasi Sipil

“Dukungan berkelanjutan dari pemerintah daerah sangat kami harapkan agar upaya bersama dalam mendorong kemajuan pendidikan di Ketapang dapat terus berjalan dan memberikan dampak yang lebih luas,” tutup Rizal.

Dengan capaian tahun pertama yang positif, Program KREASI diharapkan terus menjadi motor penggerak dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Ketapang hingga tahun-tahun berikutnya.

Tags

Terkini