Mentan Amran Bicara Soal Serakahnomic di Bisnis Beras, Ungkap Penggilingan Kecil Dimatikan hingga Beras Oplosan Dijual Premium

photo author
Samsul Cah, Siber Kalimantan
- Minggu, 16 November 2025 | 13:15 WIB
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman ungkap praktik serakahnomic di bisnis beras.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman ungkap praktik serakahnomic di bisnis beras.

SIBERKALIMANTAN - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman membeberkan praktik bisnis para konglomerat di sektor pangan yang disebut Presiden sebagai ‘Serakahnomic’.

Amran menyebut fenomena lama ini telah merugikan penggilingan kecil, memanipulasi kualitas beras, hingga menikmati subsidi yang seharusnya untuk rakyat.

Pengungkapan ini disampaikan Amran dalam tayangan YouTube Akbar Uncensored yang dirilis Jumat, 14 November 2025.

Pemain Besar Disebut Mematikan Penggilingan Kecil

Amran menjelaskan bahwa praktik bisnis para pemain besar membuat pabrik-pabrik penggilingan kecil tidak mampu bersaing.

Cara yang dilakukan adalah dengan membeli Gabah Kering Panen (GKP) sedikit di atas harga pasaran sehingga seluruh pasokan terserap oleh pelaku besar.

Amran memberikan gambaran bagaimana disparitas harga sengaja dimainkan agar pelaku kecil tidak mendapat akses bahan baku.

"Kalau ini beli 6.000, ini beli 6.500. Kalau ini beli 7.000, ini beli 7.500. Enggak akan kebagian. Inilah strategi mementingkan si kecil. Inilah Serakonomik. Clear, kan? Clear,” ujar Amran.

Menurutnya, praktik tersebut bagian dari pola yang sudah berjalan lama namun baru sekarang mulai dibongkar.

"Ini adalah lama, sudah lama yang tumbuh di Indonesia. Tetapi mungkin baru saatnya hari ini kita membongkar dan berpihak pada rakyat kecil," ucap Amran.

Manipulasi Kualitas Beras: Pecahan Capai 59 Persen tapi Dijual Premium

Amran juga membeberkan temuan mengenai manipulasi kualitas beras premium yang dijual ke masyarakat.

Menteri pertanian itu mencontohkan sebuah produk beras bermerek tertentu yang disebut sebagai beras premium, ternyata memiliki tingkat patahan (menir) hingga 59 persen.

Padahal, standar patahan maksimum untuk kategori premium hanya sekitar 14 persen.

"Pecahannya 59 persen. Artinya menir, makanan ayam, dikemas bahwa ini adalah premium,” kata Andi dalam wawancara tersebut.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Samsul Cah

Sumber: Promedia Teknologi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X