Dengan demikian total korban jiwa bencana Sumatra hingga Sabtu sore ini, yakni sebanyak 303 korban jiwa dengan rincian, 166 orang di Sumut, 90 orang di Sumbar, dan 47 orang di Aceh.
Berkaca dari hal itu, sebelumnya Presiden RI, Prabowo Subianto sempat menyampaikan keprihatinan atas bencana besar di Sumatera yang merendam puluhan kabupaten dan kota di Aceh hingga Sumbar.
Akses yang Terputus Sulit Ditembus
Dalam kesempatan berbeda, Prabowo sempat menengaskan pemerintah tak tinggal diam dan bergerak cepat sejak hari pertama kejadian.
Presiden RI itu menuturkan, pemerintah telah menyalurkan bantuan lewat jalur darat maupun udara.
Prabowo mengatakan, hal itu guna memastikan bantuan segera sampai ke warga terdampak bencana.
"Tetapi memang kondisinya sangat berat. Banyak yang terputus, cuaca juga masih tidak memungkinkan," ungkap Prabowo dalam pidatonya di Hari Guru Nasional, Jakarta, pada Jumat, 28 November 2025.
"Kadang-kadang helikopter dan pesawat kita sulit untuk mendarat," sambungnya.
Prabowo menyebut, sejauh ini pemerintah telah mengirimkan bantuan melalui tiga pesawat Hercules C-130 dan satu pesawat A-400.
Presiden RI memastikan, pengiriman bantuan akan dilakukan secara terus menerus dengan menyesuaikan kebutuhan di lapangan hingga hari ini.*
Artikel Terkait
IFG Dorong Pengembangan Industri Asuransi Berbasis Riset dan Customer Centricity melalui Research Dissemination 2025
YBM PLN Apresiasi Guru di Mempawah pada Peringatan Hari Guru Nasional 2025
DPR Dorong SIM Berlaku Seumur Hidup, Sebut Perpanjangan Hanya Membebani Publik
Suara dari Borneo: Organisasi Sipil Desak Moratorium Izin Tambang di Kalimantan
Lazismu Kalbar Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis, Sasar 300 Warga Pontianak
Tragedi Banjir Bandang di Kabupaten Agam Telan 74 Korban Jiwa: Tersebar pada 5 Kecamatan, 78 Orang Masih Hilang
Wamenkes Sebut Posko dan RS Darurat di Lokasi Bencana Banjir Sumatera Sudah Berdiri, Pastikan Pelayanan Kesehatan untuk Warga Terdampak
Usai Diterjang Banjir, Medan Dibayangi Isu Kelangkaan BBM Imbas Pasokan Terkendala Distribusi ke Warga
Kisah Guru NTT yang Akhirnya Jadi PPPK Usai Videonya Ditanggapi Prabowo: Sampai Tidak Bisa Berjalan, Sa Baru Berhenti Mengajar
Akhirnya Resmi Jadi PPPK, Guru PAUD Honorer 56 Tahun di NTT Ucapkan Terima Kasih kepada Prabowo