Kabupaten Pidie Jaya sampai saat ini masih berstatus tanggap darurat bencana yang berlaku hingga 28 Januari 2026.
Keputusan tersebut diambil untuk menjamin kelancaran penanganan korban terdampak serta pemulihan infrastruktur di kabupaten tersebut.
Salah satunya dengan mengerahkan sejumlah alat berat hingga ratusan personel TNI untuk pembersihan lumpur di Pidie Jaya.
Selain pembersihan lumpur, pembangunan hunian sementara (huntara) juga dikebut dengan tambahan fasilitas yang dibutuhkan oleh warga terdampak.
*
Artikel Terkait
Peran Pemuda Dinilai Strategis Tangkal Konten Radikal di Ruang Digital
Sekjen Kemensos Robben Rico Bagikan Cerita saat Menjemput Anak Sekolah Rakyat yang Tak Terdaftar DTSEN, Lokasi Rumah di Dalam Hutan Kalteng
Jamin Transparansi, KARO SDM Polda Kalbar Pimpin Pengambilan Sumpah dan Penandatanganan Pakta Integritas Seleksi SIPSS 2026
Status Udara Kubu Raya Memburuk, Kapolres Kubu Raya Terjunkan Tim Pemadam ke 9 Kecamatan
Bupati Kubu Raya Pimpin Penyegelan Lahan Didampingi Wakapolres Kubu Raya Diduga Bermasalah di Sungai Raya Dalam
Tindak Tegas Pelanggar Lahan, Bupati Sujiwo: Karhutla Bukan Persoalan Sepele!
PW IPM Kalbar Gelar Parlemen Pelajar, Dorong Suara Muda untuk Masa Depan Bangsa
Atlet Lempar Lembing Asal Kubu Raya Fauzi Purwolaksono Sumbang Emas di ASEAN Para Games 2026
Bupati Kubu Raya Lantik Direktur Perumda Aneka Usaha dan Dewan Pengawas Tirta Raya
Kepala BPSDM Kalbar Windy Prihastari: ASN Kalbar Peduli Donor Darah Bentuk Empati dan Kepedulian Sosial