Insiden Viral Keracunan Massal di SMAN 2 Kudus: Siswa Antre Panjang di Kamar Mandi, 52 Ambulan Berdatangan

photo author
Junarti Sari Kalsum, Siber Kalimantan
- Jumat, 6 Februari 2026 | 21:55 WIB
Menyoroti penuturan pihak sekolah SMAN 2 Kudus, Jawa Tengah ihwal insiden keracunan massal yang dialami para siswa usai santap MBG. (Instagram.com/@undercover.id)
Menyoroti penuturan pihak sekolah SMAN 2 Kudus, Jawa Tengah ihwal insiden keracunan massal yang dialami para siswa usai santap MBG. (Instagram.com/@undercover.id)

Keesokan harinya, Kamis, 29 Januari 2026, pihak SMAN 2 Kudus melaporkan, terdapat banyaknya siswa yang antre di kamar mandi sekolah.

"Sekitar pukul 07.30 WIB, anak-anak mulai banyak yang izin ke kamar mandi. Keadaan memburuk dengan banyak siswa yang antre di kamar mandi sekolah," terangnya.

"Ketika ditanya, gejala anak-anak sama, yaitu perut sakit, mules, pusing, mual," demikian tertulis dalam postingan tersebut.

Tim SPPG Klarifikasi, Pasukan Medis Datang

Dalam pernyataannya, pihak SMAN 2 Kudus menyebutkan tim Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) datang ke sekolah untuk menerima laporan secara langsung.

"Pukul 07.30 WIB, pihak sekolah menghubungi SPPG Purwosari, selang 5 menit, tim SPPG langsung datang ke sekolah untuk klarifikasi menu MBG," jelasnya.

Kemudian, pada pukul 08.00 WIB, pihak sekolah berinisiatif membawa para siswa ke Puskesmas Purwosari, Kudus.

"Tetapi karena anak jumlahnya lebih dari 40 orang, maka pihak puskesmas datang ke sekolah, pukul 09.00 WIB," terangnya.

Pada kesempatan yang sama, para siswa juga sempat dikumpulkan di mushala sekolah untuk diberikan pengarahan dan motivasi oleh tim kesehatan puskesmas.

Gejala Diare hingga Sesak Napas

Terkait gejala keracunan yang ditunjukkan para siswa dalam insiden itu, bermula dari banyaknya anak-anak yang sakit akibat diare hingga sesak napas.

"Anak-anak yang sakit disuruh ke UKS, pertolongan pertama, anak-anak diperiksa kemudian diberi obat diare, mual oleh tim medis," tutur pihak sekolah.

"Pukul 09.30 WIB, keadaan anak-anak yang mengalami gejala bertambah banyak, ada yang muntah, sesak napas, dan pingsan," sambungnya.

Diketahui, sebanyak 52 ambulan mulai berdatangan sekitar pukul 10.00 WIB, karena para siswa yang harus dirujuk ke rumah sakit bertambah banyak.

Hingga Jumat, 30 Januari 2026, pukul 16.30 WIB, pihak SMAN 2 Kudus menyebutkan jumlah siswa yang terdampak dalam kasus ini sebanyak 521 orang, dan guru sebanyak 24 orang.*

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Junarti Sari Kalsum

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X