"Kadang kena duri kaki kami tidak terasa," tutup wanita itu mengakhiri ceritanya.
Perjuangan warga Sibolga ini menjadi potret nyata betapa sulitnya distribusi bantuan di wilayah-wilayah yang terisolasi secara geografis, di mana untuk sepiring nasi saja, nyawa harus menjadi taruhannya.*
Artikel Terkait
Ketua KPID Kalbar Tekankan Peran Penyiaran Lokal dalam Menjaga Identitas Budaya Daerah
Evaluasi Akhir Tahun 2025 KPID Kalbar: Penyiaran Lokal Didorong Jadi Penjaga Identitas Budaya di Era Digital
Pemuda Muhammadiyah Kubu Raya Dukung Penuh Derahman sebagai Ketua KNPI
Meski Telah Berpisah dengan Timnas Indonesia, Shin Tae-yong Diam-diam Beri Bantuan untuk Korban Bencana Sumatera
Lalui 66 KM Jalan Kaki, Pria Ini Nekat dari Sibolga ke Tarutung Demi Kabarkan Keluarga Selamat dari Banjir
Modus Kejahatan Penyekapan Bermodus Tuduhan Transaksi Terlarang di Jaktim: Dipaksa Masuk ke Mobil, Kendaraan Dibawa Kabur
Bawaslu Kubu Raya Hadiri Rakor Pemutakhiran Data Partai Politik Berkelanjutan di KPU
SMK Negeri 1 Semparuk Gelar Guru Tamu, Dosen UMP Bahas Bisnis Digital dan Pemanfaatan Canva
Kantor SAR Pontianak Gelar Apel Siaga SAR Khusus Natal dan Tahun Baru
Tawa Ceria Anak Kecil di Tengah Duka Banjir Aceh Tamiang Sentuh Hati Relawan: Yee Dapat Baju!