SIBERKALIMANTAN.COM, PONTIANAK - Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Kalimantan Barat menggelar kegiatan Evaluasi Akhir Tahun 2025 dengan mengusung tema “Peran Penyiaran Lokal dalam Peningkatan Identitas dan Budaya Daerah”, yang berlangsung di Restoran Dapoer Nusantara, Pontianak, Jum'at 19 Desember 2025.
Ketua KPID Kalbar, MYI Deddy Malik ST, menegaskan bahwa lembaga penyiaran lokal memiliki peran strategis dalam menjaga, melestarikan, serta memperkuat identitas budaya daerah di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi informasi.
Hal tersebut disampaikan Deddy Malik dalam sambutannya sekaligus wawancara usai kegiatan. Menurutnya, penyiaran lokal tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan, tetapi juga memiliki tanggung jawab besar sebagai sarana edukasi, informasi, dan kontrol sosial bagi masyarakat.
“Penyiaran lokal harus menjadi garda terdepan dalam memperkenalkan budaya daerah, bahasa lokal, serta nilai-nilai sosial masyarakat Kalimantan Barat agar tidak tergerus oleh budaya luar,” ujarnya.
Deddy Malik menjelaskan, sepanjang tahun 2025 KPID Kalbar telah melaksanakan berbagai upaya pengawasan dan pembinaan terhadap lembaga penyiaran. Fokus utama diarahkan pada peningkatan kualitas konten siaran lokal yang mendidik, berbudaya, serta sesuai dengan Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS).
Ia menambahkan, kegiatan evaluasi akhir tahun ini menjadi momentum penting untuk mengukur capaian kinerja KPID Kalbar sekaligus merumuskan strategi ke depan agar lembaga penyiaran semakin adaptif, profesional, dan berpihak pada kepentingan publik daerah.
“Kami berharap ke depan konten siaran lokal tidak hanya bertambah dari sisi kuantitas, tetapi juga memiliki kualitas yang kuat dan mampu membangun karakter serta jati diri masyarakat,” tambahnya.
Kegiatan evaluasi tersebut diikuti oleh jajaran komisioner KPID Kalbar serta para pemangku kepentingan di bidang penyiaran. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen bersama dalam memperkuat ekosistem penyiaran yang sehat, beretika, dan berorientasi pada pelestarian budaya lokal di Kalimantan Barat.
Artikel Terkait
Tim SAR Gabungan Temukan Bocah 6 Tahun yang Tenggelam di Sungai Desa Seles Bengkayang
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto: Warga Aceh Utara Tidak Sendiri, BNPB Siap Bantu Penuh
Tangis Pecah Ayah di Aceh Tamiang: Sebut Kebun Musnah Akibat Banjir, Bingung Pikirkan Biaya Sekolah Anak
Ketulusan di Tengah Banjir Aceh: Ketua Posko Ini Pilih Arahkan Donatur ke Kampung Sekumur yang Minim Bantuan
Derahman Daftar Bakal Calon Ketua KNPI Kubu Raya, Kantongi Dukungan 15 OKP dan 3 PK KNPI
Basarnas Pontianak Resmi Tutup LATDAS SAR Angkatan CXXI Tahun 2025
Penolakan Milad Muhammadiyah di Sampang Tuai Keprihatinan, Pemuda Muhammadiyah Kalbar: Jangan Terulang di Daerah Lain
Fauzi Purwolaksono Siap Bertanding di ASEAN Para Games 2026 Thailand
Insiden Maut di Peusangan Selatan: Boat Pengangkut Barang Terbalik, 1 Orang Masih Dalam Pencarian
Kebunnya Hancur Diterjang Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang: Hancur Hati Saya Mengingat Kejadian Ini