Mahfud mencontohkan kasus dugaan korupsi kuota haji, serta sejumlah perkara lama yang telah lama terdaftar namun belum juga dibawa ke pengadilan.
“Banyak yang mandek, ujung pangkalnya tidak jelas,” tegasnya.
Di sisi lain, Mahfud tetap mengapresiasi operasi tangkap tangan yang menjerat sejumlah kepala daerah dan aparat penegak hukum di daerah.
Meski begitu, ia mengingatkan, pemberantasan korupsi tidak boleh berhenti pada level tersebut.
"Jika politik hukum hanya berani menyasar aktor lapis bawah, maka pesan keadilan akan terasa timpang," tutur Mahfud.
Dalam hal ini, Mahfud menjelaskan, publik akan terus bertanya mengapa kasus besar dengan nilai dan dampak luas justru sulit disentuh.
Eks Menko Polhukam itu kemudian menyoroti kasus pagar laut yang sempat ramai dan dijanjikan akan diusut hingga ke akar.
Dalam praktiknya, proses hukum hanya menyentuh pelaku di level desa, sementara dugaan keterlibatan jaringan besar dalam penerbitan ratusan sertifikat lahan negara tidak terlihat jelas.
“Tidak mungkin 260 lebih sertifikat dikeluarkan oleh orang kecil," terang Mahfud.
"Itu pasti jaringan besar, di BPN, pemda, dan seterusnya. Tapi sampai sekarang tidak jelas siapa yang bertanggung jawab di tingkat atas,” sambungnya.
Pola Serupa dalam Proyek Whoosh
Pola serupa juga terlihat dalam proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau yang disebut juga Whoosh.
Mahfud menilai, proyek strategis bernilai besar tersebut masih menyisakan banyak pertanyaan dari sisi pertanggungjawaban hukum di dalam negeri.
Ia menyinggung dugaan pembengkakan biaya, perubahan skema kerja sama, serta minimnya transparansi pembahasan di lembaga legislatif.
“Menurut UUD Pasal 11, kerja sama internasional yang membebani keuangan negara harus mendapat persetujuan DPR," jelas Mahfud.
Artikel Terkait
Netizen Soroti Gaya Kerja Merakyat, Sujiwo Jadi Favorit Kepala Daerah Kalbar 2025
Progres Pembersihan Pesantren Darul Mukhlisin di Aceh Tamiang, Terus Berjalan Meski Minim Penerangan
Kapolda Kalbar Paparkan Dinamika Global hingga Capaian Kinerja Polri dalam Konferensi Pers Akhir Tahun 2025
Komisioner Muda Warnai KPID Kalbar 2025–2028, Dorong Penyiaran Inklusif bagi Generasi Muda
Pemuda Muhammadiyah Kubu Raya Nilai Kinerja Pemda Sepanjang 2025 Sangat Baik
Derahman Apresiasi Peresmian Tugu Bundaran Gaforaya, Sebut Mahakarya Ikonik Kubu Raya
Viral Protes Warga Aceh Tamiang: Sesalkan Oknum Hanya Angkut Kayu Pilihan di Tengah Puing Banjir
Momen Warga Bantu Truk PLN Melintasi Jalanan Rusak di Aceh Tengah untuk Perbaikan Listrik Pascabanjir
Sempat Viral Wabup Aceh Tengah Nyaris Jatuh saat Gunakan Tali Sling, Warga Kecamatan Ketol Masih Sulit Akses Jalur Darat
Tim SAR Temukan Satu Jenazah, Diduga Salah Satu Korban Kapal Keluarga Pelatih Valencia di Labuan Bajo