"Tapi kita tidak pernah dengar kapan kontrak itu dibahas, siapa yang bertanggung jawab, dan di mana dokumennya,” imbuhnya.
Mahfud juga menyinggung perkara di Pertamina yang sempat mencuat dengan isu minyak oplosan.
Dalam proses persidangan, Mahfud membeberkan perkara tersebut justru berubah menjadi dugaan manipulasi kontrak.
Perubahan arah perkara ini dinilai menimbulkan tanda tanya di tengah publik.
Dugaan Persoalan Beban Politik Hukum
Menurut Mahfud, rangkaian kasus tersebut menunjukkan adanya persoalan mendasar dalam dugaan beban politik hukum.
Guru besar Hukum Tata Negara itu menduga, terdapat beban politik yang membuat proses hukum tidak berjalan lurus dan konsisten.
“Kalau normal saja, tinggal diperintahkan kalau bersih klarifikasi, kalau bersalah proses hukum," sebut Mahfud.
"Tapi ini tersendat. Mungkin ada beban politik yang kita tidak tahu,” terangnya.
Meski menyampaikan kritik tajam, Mahfud menegaskan bahwa pandangannya bertujuan sebagai peringatan.
Mahfud menilai pembenahan politik hukum menjadi kunci agar hukum tidak berhenti sebagai slogan.
Hingga kini, tanpa keberanian menata politik hukum, Mahfud mengingatkan, kasus besar akan terus berulang dengan pola yang sama.*
Artikel Terkait
Netizen Soroti Gaya Kerja Merakyat, Sujiwo Jadi Favorit Kepala Daerah Kalbar 2025
Progres Pembersihan Pesantren Darul Mukhlisin di Aceh Tamiang, Terus Berjalan Meski Minim Penerangan
Kapolda Kalbar Paparkan Dinamika Global hingga Capaian Kinerja Polri dalam Konferensi Pers Akhir Tahun 2025
Komisioner Muda Warnai KPID Kalbar 2025–2028, Dorong Penyiaran Inklusif bagi Generasi Muda
Pemuda Muhammadiyah Kubu Raya Nilai Kinerja Pemda Sepanjang 2025 Sangat Baik
Derahman Apresiasi Peresmian Tugu Bundaran Gaforaya, Sebut Mahakarya Ikonik Kubu Raya
Viral Protes Warga Aceh Tamiang: Sesalkan Oknum Hanya Angkut Kayu Pilihan di Tengah Puing Banjir
Momen Warga Bantu Truk PLN Melintasi Jalanan Rusak di Aceh Tengah untuk Perbaikan Listrik Pascabanjir
Sempat Viral Wabup Aceh Tengah Nyaris Jatuh saat Gunakan Tali Sling, Warga Kecamatan Ketol Masih Sulit Akses Jalur Darat
Tim SAR Temukan Satu Jenazah, Diduga Salah Satu Korban Kapal Keluarga Pelatih Valencia di Labuan Bajo