Karya Tulis Ilmiah Pemasaran Lokal di Pasar Negara Berkembang

photo author
M. Khairil Ansyari, Siber Kalimantan
- Minggu, 15 Januari 2023 | 00:39 WIB
Pemasaran Lokal di Pasar Negara Berkembang (Raphael Ananda Subiantoro)
Pemasaran Lokal di Pasar Negara Berkembang (Raphael Ananda Subiantoro)

Kurangnya daya beli berarti bahwa pemasar sering kali harus menemukan cara untuk menawarkan produk yang lebih sederhana yang dibayar melalui pembiayaan yang inovatif. Sebuah mesin cuci dapat dijual ke desa komunal, misalnya, dengan beberapa keluarga membantu membayar tagihan. Paket shampo yang lebih kecil dan lebih murah yang dijual oleh Unilever populer di banyak pasar ini. Minuman ringan dan makanan kemasan juga sering kali berukuran lebih kecil, seperti halnya rokok (bukanlah hal yang aneh jika seseorang membeli atau menjual satu batang rokok, misalnya), dan kaleng bir berukuran lebih kecil. Menyimpan kredit kepada pelanggan adalah hal biasa, memaksa produsen dan distributor untuk menawarkan persyaratan kredit liberal secara bergantian (Moore, 2014).

2.4 Distribusi

Distribusi biasanya merupakan area paling kritis yang dihadapi pemasar lokal di negara berkembang. Bahkan, kecuali cara yang efektif untuk mendistribusikan produk dapat ditemukan atau diciptakan, entri pasar mungkin digagalkan dan pertumbuhan ekonomi negara-negara berkembang tidak akan lepas landas. Untuk mencapai pusat kota kecil dan penduduk pedesaan, orang mungkin harus bergantung pada kelompok toko kecil atau kios pinggir jalan yang menjual berbagai produk. Di sisi lain, tenaga kerja murah dan layanan pribadi biasanya tersedia di pasar berkembang. Di mana sistem logistik yang mapan lemah, seseorang sering dapat mengejar rute alternatif dengan menggunakan tenaga kerja domestik yang murah. 

Misalnya, di mana sistem telepon tidak dapat diandalkan, pembawa pesan dengan sepeda atau Vespa seringkali dapat meneruskannya. Kurangnya sistem jalan cepat dapat dikompensasikan dengan lalu lintas sungai yang lebih lambat dan layanan angkut tangan. Sistem transportasi massal yang penuh sesak dihindari dengan naik taksi ke tujuan yang jauh. Di pasar berkembang, layanan pribadi adalah "barang kenyamanan" bagi banyak orang dan kebutuhan bagi lapisan atas masyarakat, termasuk manajer ekspatriat di perusahaan multinasional (Brown & Hart, 1992). Organisasi dan kontrol pemasaran adalah masalah manajemen yang sulit dalam bisnis luar negeri, terlepas dari lingkungannya . Di pasar berkembang, hal-hal menjadi sangat sulit, karena keterampilan profesional lokal cenderung lebih rendah daripada di tempat lain.

2.5 Promosi

Promosi di pasar berkembang pada awalnya terbatas karena kurangnya media penyiaran. Namun, dengan tersedianya media seperti itu, efektivitas pesan promosi dapat menjadi cukup besar karena kurangnya iklan lain: Ada lebih sedikit kekacauan. Tentu saja, hal ini tidak berlaku untuk iklan luar ruang, yang seringkali merupakan cara yang efektif untuk membangun kesadaran merek dan citra. Penting untuk diingat tingkat melek huruf; di negara-negara berkembang gagasan bahwa "sebuah gambar bernilai seribu kata" harus dipahami secara harfiah. Dengan cara yang sama, demonstrasi produk dan pengambilan sampel menjadi cara penting untuk mempromosikan produk.

 

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Populasi & Sampel

Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah kumpulan sampah organic dan non-organic. Sedangkan Sampel dari penelitian ini adalah sampah organic-non organic di Wilayah Jakarta Barat.


3.2 Metode Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode studi literatur dimana penelitian yang dilakukan hanya berdasarkan atas karya tertulis, termasuk hasil penelitian baik yang telah maupun yang belum dipublikasikan (Melfianora, 2019). Selain data, beberapa hal yang harus ada dalam sebuah penelitian supaya dapat dikatakan ilmiah, juga memerlukan hal lain seperti rumusan masalah, landasan teori, analisis data, dan pengambilan kesimpulan. Penelitian dengan studi literatur adalah penelitian yang persiapannya sama dengan penelitian lainnya akan tetapi sumber dan metode pengumpulan data dengan mengambil data di pustaka, membaca, mencatat, dan mengolah bahan penelitian.


3.3 Metode Analisis Data

Menurut (Ganang, 2013) dalam Sugiyono, 2005:91 “aktivitas analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus sampai tuntas, sehingga datanya sudah jenuh.” Aktivitas analisis data yaitu data reduction, data display, dan conclusion drawing/verification.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: M. Khairil Ansyari

Tags

Rekomendasi

Terkini

X