SIBERKALIMANTAN.COM, PONTIANAK - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat memastikan bahwa arah pembangunan pada Tahun Anggaran 2026 akan lebih berfokus pada kebutuhan masyarakat. Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menegaskan bahwa seluruh program yang masuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 disusun dengan mempertimbangkan dampak langsung bagi kesejahteraan warga.
Dalam keterangannya, Gubernur Ria Norsan menyampaikan bahwa APBD 2026 merupakan hasil kerja kolektif antara Pemerintah Provinsi dan DPRD Kalimantan Barat melalui proses panjang, mulai dari pembahasan Kebijakan Umum Anggaran – Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) hingga penetapan akhir. Penyusunannya juga mengikuti ketentuan Permendagri Nomor 14 Tahun 2025, sehingga struktur anggaran dapat berjalan lebih akuntabel dan terarah.
Berdasarkan dokumen yang telah disetujui bersama, Pendapatan Daerah Kalimantan Barat pada 2026 ditargetkan mencapai Rp 5,97 triliun. Sementara itu, Belanja Daerah direncanakan sebesar Rp 6,22 triliun. Selisih antara pendapatan dan belanja tersebut akan ditutupi melalui pembiayaan daerah sebesar Rp 300 miliar, yang bersumber dari perkiraan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) 2025.
Gubernur Ria Norsan mengapresiasi sikap terbuka DPRD yang secara aktif memberikan masukan, koreksi, serta pengawasan selama proses penyusunan. Menurutnya, kolaborasi tersebut membuat APBD 2026 lebih matang dan mampu mengakomodasi kebutuhan masyarakat di berbagai sektor.
Ia menegaskan bahwa prioritas pemerintah daerah tidak berubah: memperkuat layanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur wilayah; mendorong pemerataan pembangunan hingga ke daerah terpencil; serta memastikan peningkatan kesejahteraan masyarakat menjadi pusat kebijakan.
“Pemerintah Provinsi tetap memegang komitmen bahwa anggaran daerah harus kembali kepada rakyat. Setiap rupiah yang dialokasikan harus memberikan manfaat nyata,” ujar Ria Norsan menekankan.
Dengan disahkannya APBD 2026, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat berharap pelaksanaan program tahun depan dapat berjalan lebih efektif, tepat sasaran, dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.
Artikel Terkait
Pengurus IPPNU Kubu Raya Periode 2025–2027 Resmi Dilantik
FOMDA, BEM SI Kalbar, dan BEM Seka Hadiri RDP DPRD Kalbar: Suara Mahasiswa Mendesak Keadilan DBH untuk Kalimantan Barat
Rais Aam PBNU Tegaskan Gus Yahya Tak Lagi Jabat Ketua Umum dan Ungkap Segera Gelar Muktamar
Kronologi Kasus Penjarahan Minimarket di Sibolga, Sumut: Oknum Warga Berebut Masuk, Gasak Beras hingga Minyak Goreng
Indosat Ooredoo Hutchison Gelar Indonesia AI Day for Financial Industry, Dorong Transformasi AI di Industri Keuangan
Sumatera Dilanda Bencana, Indonesia Berkabung: Seruan Empati dan Keheningan Nasional
BNPB Sebut Longsoran Tanah Sepanjang 50 Km Putus Akses Tapanuli Tengah dan Sibolga, Ungkap Butuh 3 Hari untuk Buka Jalur
Insiden Kecelakaan Maut Gary Iskak Tinggalkan Duka Mendalam, Sempat Pinjam RX King untuk Lepas Kerinduan
Kepala Desa Parit Baru Dukung Program Santunan Fakir Miskin yang Diinisiasi Pengurus Masjid At-Tanwir
Susno Duadji Cerita Hidup sebagai Polisi Paling Lengkap: dari Menyusun UU, Menangani Kasus Besar, hingga Masuk Penjara