Desa Belaban Gelar Gawik Kacik ke-3, Tradisi Adat Dayak yang Terus Dijaga

photo author
Samsul Cah, Siber Kalimantan
- Rabu, 10 Desember 2025 | 20:30 WIB
tradisi adat Gawik Kacik untuk ketiga kalinya pada Sabtu, 6 Desember 2025.
tradisi adat Gawik Kacik untuk ketiga kalinya pada Sabtu, 6 Desember 2025.

SIBERKALIMANTAN.COM, KETAPANG — Desa Belaban kembali menggelar tradisi adat Gawik Kacik untuk ketiga kalinya pada Sabtu, 6 Desember 2025. Kegiatan budaya yang menjadi identitas masyarakat adat Dayak ini berlangsung khidmat dan mendapat berbagai perayaan meriah dari tokoh adat, pemuda, serta masyarakat setempat. Gawik Kacik kembali menjadi ruang berkumpulnya warga untuk merayakan kearifan lokal sekaligus memperkenalkan tradisi kepada generasi muda.

Beragam perlombaan dan pertunjukan tradisional disajikan sebagai bagian dari pelestarian budaya. Diantaranya adalah Bepangkak Gansing atau perlombaan memainkan gasing tradisional, Tongkat Dayak sebagai permainan ketangkasan, lomba membuat bubu atau Melalain Bubu sebagai alat menangkap ikan tradisional, penampilan musik Senggayung yang menghadirkan irama khas Dayak, serta lomba Begendang yang menunjukkan keterampilan memainkan alat musik tradisional secara harmonis. Rangkaian kegiatan ini tidak hanya memeriahkan acara, tetapi juga menjadi edukasi budaya bagi generasi muda.

Salah satu penggagas Gawik Kacik, Jo Siakut, menjelaskan bahwa kegiatan ini memiliki makna filosofis yang mendalam. Menurutnya, istilah “Gawik Kacik” berarti “kegiatan kecil”, yang menggambarkan betapa pentingnya kegiatan adat namun sarat nilai kebersamaan.

Baca Juga: Anak 10 Tahun Hilang Saat Bermain, Tim SAR Pontianak Temukan Korban dalam Kondisi Meninggal Dunia
“Dengan dilaksanakannya kegiatan ini, generasi muda semakin termotivasi untuk belajar dan melestarikan budaya serta adat.misalnya latihan memainkan alat musik tradisional yang dulu hanya dimainkan saat acara adat,” ujar Jo Siakut.

Ia menambahkan bahwa dukungan pemerintah desa semakin memperkuat keberlangsungan tradisi ini agar tidak hilang ditelan zaman.

Selain sebagai sarana pelestarian budaya, Gawik Kacik juga menjadi ajang mempererat silaturahmi warga. Kegiatan ini juga memberikan dampak ekonomi positif, terutama bagi para pelaku UMKM lokal yang membuka stan di lokasi kegiatan.Kehadiran mereka disambut antusias oleh pengunjung sehingga menambah semarak acara.

Melalui pergelaran Gawik Kacik ke-3 ini, masyarakat Desa Belaban menegaskan kembali komitmennya dalam menjaga warisan leluhur.

Baca Juga: Kargo Technologies Resmikan Identitas Baru, Dorong Elektrifikasi Armada Logistik Hingga 40.000 Kendaraan di 2035

Tradisi yang diwariskan turun-temurun ini diharapkan dapat terus hidup, berkembang, dan menjadi bagian penting dari kelangsungan budaya Dayak di masa mendatang. Dengan keterlibatan generasi muda, nilai-nilai adat dan kearifan lokal pun diyakini dapat terus dipertahankan dan dipertahankan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Samsul Cah

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X