SIBERKALIMANTAN.COM, - Influencer, Sherly Annavita baru-baru ini menceritakan tentang jerih payah para warga di Aceh pascabencana banjir bandang pada akhir November 2025 lalu.
Sherly mengungkapkan, terdapat perjuangan para petani di daerah Aceh Tengah untuk dapat menjual hasil tani durian ketol yang terkenal lezat di pasaran.
Influencer asal Aceh itu menyebut, di balik lezatnya durian ketol yang kerap ditawar habis-habisan di pasar, tersimpan perjuangan hidup yang memilukan.
"Sejak 26 November 2025, ketika jembatan penghubung di Dusun Ayun tersapu banjir," ungkap Sherly lewat unggahan Instagramnya @sherlyannavita, pada Senin, 5 Januari 2026.
"Tiga kampung: Bergang, Karang Ampar, dan Pantan Renduk di Aceh Tengah terputus dari penghidupan mereka," tambahnya.
Masa Panen yang Penuh Perjuangan
Dalam pernyataannya, Sherly menuturkan periode Desember hingga April, seharusnya menjadi puncak kebahagian bagi para petani di wilayah setempat.
"Durian-durian bermutu tinggi siap dipanen," tuturnya.
Kendati demikian, cuplikan video yang dibagikan Sherly justru menunjukkan jerih payah para warga yang berusaha melewati tebing curam dan jembatan yang terputus akibat bencana.
"Jerih payah petani hanya berbuah kepedihan," ungkap Sherly.
"Ongkos angkut yang melambung tinggi menyisakan petani dengan hanya 25-50 persen dari harga normal," sambunnya.
Setiap Durian Diangkat dengan ‘Air Mata’
Sherly menceritakan, para warga di daerah Bergang, Kecamatan Ketol, Aceh Tengah saling membantu satu sama lain saat membawa hasil tani mereka sampai ke pasar.
"Setiap buah durian yang sampai ke pasar, diangkat dengan cucuran keringat, nyawa, dan air mata," terangnya.
"Perjalanan durian: Dipikul oleh kuli penyebrang seharga Rp 2.000 per buah, diteruskan oleh tukang “langsir” bersepeda motor melalui jalur tebing terjal dengan ongkos Rp 80.000–150.000 per trip," ungkap Sherly.
Artikel Terkait
Kantor SAR Pontianak Tangani 95 Operasi Sepanjang 2025, 204 Korban Berhasil Diselamatkan
Makin Melek soal Kesehatan Mental, Psikolog Keluarga Ini Blak-blakan Terima Banyak Keluhan Permasalahan Ekonomi
Penyegaran di Polres Kubu Raya, Kompol Andri Syahroni Resmi Jabat Wakapolres Baru
Gantikan Kompol Hilman Malaini, Kompol Andri Syahroni Emban Amanah Baru sebagai Wakapolres Kubu Raya
Iptu Judi Effendhy Resmi Jabat Kasat Lantas Polres Kubu Raya, Kapolres Tekankan Inovasi dan Program Polantas Menyapa
Universitas PGRI Pontianak Ikuti Expo Studi Lanjut 2026 di SMA Negeri 1 Pontianak
Bocah 6 Tahun Bernama Rama Ditemukan Meninggal Usai Tenggelam di Parit Tanjung Raya 1
Lima Hari Hilang Saat Memancing, Pria di Kubu Raya Masih Misteri: Sampan Ditemukan Terombang-ambing
BNPB Sempat Perkirakan Rp150 Juta, Sumur Bor di Aceh Ini Justru Dibuat dengan Biaya Rp15 Juta dari Bantuan Warga
Tim SAR Gabungan Cari Nuriman yang Diduga Tenggelam Saat Memancing di Batu Ampar