SIBERKALIMANTAN.COM, PONTIANAK – Sebanyak 20 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) resmi menuntaskan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Provinsi Kalimantan Barat setelah menjalankan pengabdian selama satu bulan penuh, terhitung sejak 21 Januari hingga 21 Februari 2026.
Program tersebut dilaksanakan di dua sekolah, yakni SMA Muhammadiyah 1 Pontianak dan SMA Negeri 3 Pontianak.
Prosesi pelepasan sekaligus pengantaran kepulangan mahasiswa KKN UMY dilakukan pada Sabtu, 21 Februari 2026.
Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Barat (PWM Kalbar), Ahmad Zaini, turut mengantar para mahasiswa hingga ke bandara sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusi yang telah diberikan selama berada di Pontianak.
Selama satu bulan, para mahasiswa menjalankan berbagai program kerja di masing-masing sekolah, mulai dari pendampingan pembelajaran, penguatan literasi, hingga kegiatan motivasi bagi siswa.
Baca Juga: 3 Bulan Pascabanjir, Warga Desa Sulum di Aceh Tamiang Masih Bertahan dengan Air Sungai yang Keruh untuk Kebutuhan Sehari-hari
Kehadiran mereka tidak hanya membawa semangat akademik, tetapi juga mempererat silaturahmi antar lembaga pendidikan Muhammadiyah dan sekolah negeri di daerah tersebut.
Ahmad Zaini menyampaikan apresiasinya kepada UMY yang telah mempercayakan Kalimantan Barat sebagai lokasi KKN tahun ini. Ia menilai, kehadiran mahasiswa UMY bukan hanya memperkenalkan kampus, tetapi juga membawa misi dakwah dan nilai-nilai Muhammadiyah secara lebih luas.
“Kami dari PWM Kalbar sangat mengapresiasi UMY yang telah memilih Kalbar sebagai lokasi KKN. Dengan adanya KKN ini, bukan hanya UMY yang dikenal, tetapi juga Muhammadiyah secara keseluruhan,” ujarnya.
Baca Juga: Ketua RT di Banjarnegara Diduga Bertahun-tahun Rekam Tetangganya Mandi, Anak Korban Sebut Laporan Polisi Tak Ada Kejelasan: Harus Viralkan Kasus Ini
Ia berharap program serupa dapat terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang, bahkan diperluas ke wilayah lain di Kalbar yang dinilai masih membutuhkan sentuhan dakwah dan penguatan pendidikan Muhammadiyah.
Sementara itu, salah satu mahasiswa KKN UMY, Grikola Susanto, mengaku sempat mengalami tantangan adaptasi di awal kedatangan.
“Awalnya cukup kaget dengan suasana dan cuacanya, jadi memang butuh banyak adaptasi. Alhamdulillah seiring waktu kami bisa menuntaskan program kerja di masing-masing sekolah,” ungkapnya.
Baca Juga: Kasus Meninggalnya Bocah 12 Tahun di Sukabumi, Ayah Kandung NS Sebut Istrinya Pernah Melakukan Tindakan Penganiayaan Setahun Lalu
Di sela kegiatan pengabdian, para mahasiswa juga berkesempatan mengenal lebih dekat potensi daerah, termasuk berkunjung ke Pulau Lemukutan serta menikmati suasana sejumlah kedai kopi di Pontianak.
Pengalaman tersebut menjadi kenangan tersendiri sebelum kembali ke Yogyakarta, menutup rangkaian KKN dengan kesan mendalam bagi seluruh peserta.
Artikel Terkait
Sadis! Remaja Pepet Motor Korban Lalu Gasak Tas, Duitnya Buat Beli Inex
Siswa Pelempar Molotov di Kubu Raya Dipastikan Tetap Bisa Ikut Ujian Akhir, Hak Pendidikan Dijamin
Polres Kubu Raya Rilis Pengungkapan Kasus Januari–Februari 2026, Komitmen Ciptakan Situasi Aman Jelang Ramadan dan Lebaran
Satreskrim Polres Kubu Raya Rilis Capaian Januari–Februari 2026: Ungkap Curas, Curanmor, Karhutla hingga Kasus PMI Ilegal
Kasus Meninggalnya Bocah 12 Tahun di Sukabumi, Ayah Kandung NS Sebut Istrinya Pernah Melakukan Tindakan Penganiayaan Setahun Lalu
Ayah NS Ceritakan Momen saat Beri Uang Rp50 Ribu Sebelum Kembali ke Pondok, Ungkap Cita-cita sang Anak yang Ingin jadi Kiai
Bupati Kubu Raya Sujiwo Gelar Buka Puasa Bersama Forkopimda, Perkuat Sinergi Antar Lembaga
Ketua RT di Banjarnegara Diduga Bertahun-tahun Rekam Tetangganya Mandi, Anak Korban Sebut Laporan Polisi Tak Ada Kejelasan: Harus Viralkan Kasus Ini
Fenomena Lubang Raksasa di Aceh Tengah: Jalan Alternatif Warga Sudah Ditutup hingga BRIN yang Menolak Menyebut Sebagai Sinkhole
3 Bulan Pascabanjir, Warga Desa Sulum di Aceh Tamiang Masih Bertahan dengan Air Sungai yang Keruh untuk Kebutuhan Sehari-hari