20 Mahasiswa UMY Tuntaskan KKN di Pontianak, PWM Kalbar Harap Pengabdian Berlanjut ke Daerah Lain

photo author
Samsul Cah, Siber Kalimantan
- Senin, 23 Februari 2026 | 14:32 WIB
ebanyak 20 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) resmi menuntaskan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Provinsi Kalimantan Barat
ebanyak 20 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) resmi menuntaskan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Provinsi Kalimantan Barat

SIBERKALIMANTAN.COM, PONTIANAK – Sebanyak 20 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) resmi menuntaskan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Provinsi Kalimantan Barat setelah menjalankan pengabdian selama satu bulan penuh, terhitung sejak 21 Januari hingga 21 Februari 2026.

Program tersebut dilaksanakan di dua sekolah, yakni SMA Muhammadiyah 1 Pontianak dan SMA Negeri 3 Pontianak.

Prosesi pelepasan sekaligus pengantaran kepulangan mahasiswa KKN UMY dilakukan pada Sabtu, 21 Februari 2026.

Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Barat (PWM Kalbar), Ahmad Zaini, turut mengantar para mahasiswa hingga ke bandara sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusi yang telah diberikan selama berada di Pontianak.

Selama satu bulan, para mahasiswa menjalankan berbagai program kerja di masing-masing sekolah, mulai dari pendampingan pembelajaran, penguatan literasi, hingga kegiatan motivasi bagi siswa.
Baca Juga: 3 Bulan Pascabanjir, Warga Desa Sulum di Aceh Tamiang Masih Bertahan dengan Air Sungai yang Keruh untuk Kebutuhan Sehari-hari

Kehadiran mereka tidak hanya membawa semangat akademik, tetapi juga mempererat silaturahmi antar lembaga pendidikan Muhammadiyah dan sekolah negeri di daerah tersebut.

Ahmad Zaini menyampaikan apresiasinya kepada UMY yang telah mempercayakan Kalimantan Barat sebagai lokasi KKN tahun ini. Ia menilai, kehadiran mahasiswa UMY bukan hanya memperkenalkan kampus, tetapi juga membawa misi dakwah dan nilai-nilai Muhammadiyah secara lebih luas.

“Kami dari PWM Kalbar sangat mengapresiasi UMY yang telah memilih Kalbar sebagai lokasi KKN. Dengan adanya KKN ini, bukan hanya UMY yang dikenal, tetapi juga Muhammadiyah secara keseluruhan,” ujarnya.

Baca Juga: Ketua RT di Banjarnegara Diduga Bertahun-tahun Rekam Tetangganya Mandi, Anak Korban Sebut Laporan Polisi Tak Ada Kejelasan: Harus Viralkan Kasus Ini

Ia berharap program serupa dapat terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang, bahkan diperluas ke wilayah lain di Kalbar yang dinilai masih membutuhkan sentuhan dakwah dan penguatan pendidikan Muhammadiyah.

Sementara itu, salah satu mahasiswa KKN UMY, Grikola Susanto, mengaku sempat mengalami tantangan adaptasi di awal kedatangan.

“Awalnya cukup kaget dengan suasana dan cuacanya, jadi memang butuh banyak adaptasi. Alhamdulillah seiring waktu kami bisa menuntaskan program kerja di masing-masing sekolah,” ungkapnya.

Baca Juga: Kasus Meninggalnya Bocah 12 Tahun di Sukabumi, Ayah Kandung NS Sebut Istrinya Pernah Melakukan Tindakan Penganiayaan Setahun Lalu

Di sela kegiatan pengabdian, para mahasiswa juga berkesempatan mengenal lebih dekat potensi daerah, termasuk berkunjung ke Pulau Lemukutan serta menikmati suasana sejumlah kedai kopi di Pontianak.

Pengalaman tersebut menjadi kenangan tersendiri sebelum kembali ke Yogyakarta, menutup rangkaian KKN dengan kesan mendalam bagi seluruh peserta.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Samsul Cah

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X