SIBERKALIMANTAN.COM, KUBU RAYA – Pemerintah Kabupaten Kubu Raya memberikan apresiasi tinggi kepada Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kubu Raya atas inisiatifnya menyelenggarakan kegiatan "Refleksi Kebangsaan Ramadhan".
Acara yang mengusung tema "Peran Strategis Pemuda dalam Mencegah Intoleransi, Radikalisme, dan Kejahatan Siber di Era Digital" ini digelar pada Sabtu, 7 Maret 2026, bertempat di Pusat Dakwah Muhammadiyah, Kubu Raya.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Kubu Raya Amini Maros, yang hadir mewakili Bupati Kubu Raya, menyampaikan harapan besar pemerintah daerah terhadap kiprah organisasi kepemudaan.
Baca Juga: Dukung Aturan Pemerintah Pusat Terkait Pembatasan Medsos Anak, Kesbangpol Kubu Raya Siap Kawal Permen Komdigi Nomor 9 Tahun 2026
"Kami dari pemerintah daerah berharap pemuda-pemuda ini menjadi garda terdepan dalam rangka mencegah intoleransi, radikalisme, bahkan ekstremisme, terorisme, dan kejahatan siber," tegas Amini Maros dalam memberikan pernyataannya di hadapan awak media.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kondisi Kabupaten Kubu Raya saat ini sangat kondusif, aman, dan damai. Namun, ia mengingatkan bahwa masyarakat Kubu Raya sangat heterogen, terdiri dari sedikitnya 17 etnis. Oleh karena itu, toleransi dan sikap saling menghargai antar suku maupun agama mutlak diperlukan sebagai perekat sosial.
Baca Juga: Dari Aktivis Remaja Masjid di Pontianak, Mahrani Kini Pimpin Sekolah Indonesia di Jeddah
Pemerintah mewanti-wanti agar bibit-bibit intoleransi dan radikalisme tidak diberi ruang untuk tumbuh subur di wilayah tersebut. Pemuda didorong untuk menjadi tameng yang kuat dan mampu mengajak masyarakat serta keluarga terdekat untuk menolak paham-paham yang dapat memecah belah persatuan bangsa.
Sebagai fondasi pertahanan dari ideologi yang menyimpang, Kepala Kesbangpol juga menekankan pentingnya menanamkan Empat Pilar Kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.
"Dengan menanamkan empat pilar; pertama itu Pancasila, kemudian Undang-Undang Dasar 45, kemudian kita NKRI Harga Mati, dan terakhir pelaksanaan bagaimana kita mengimplementasikan Bhinneka Tunggal Ika di tempat kita masing-masing," pungkasnya.
Artikel Terkait
Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Pasangan Sujiwo – Sukiryanto "JIKIR" dengan visi "Melaju" , Wabup Sukiryanto: Perjuangan Kami Sepenuhnya untuk Rakyat
Ratusan Anak Meriahkan Lomba Mewarnai Ramadhan di Masjid Raya Mujahidin Pontianak
Kronologi Kasus Dugaan Korupsi yang Jerat Fadia Arafiq, sang Bupati Pekalongan Sekaligus Penyanyi Lagu 'Cik Cik Bum Bum'
Muncul Isu Menu MBG Dinilai Tidak Transparan, Sultan HB X Kini Beri Arahan Unik demi Jawab Keresahan Ortu Siswa di Jogja
40 Perkumpulan Naga Ikuti Ritual Pembakaran Cap Go Meh di Kubu Raya, Tradisi Tionghoa Berlangsung Kondusif
Apel Siaga Karhutla Kubu Raya 2026, Kapolres Kadek Ary Mahardika Tegaskan Penegakan Hukum Tanpa Pandang Bulu
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Terjerat Skandal Dugaan Korupsi Outsourcing, Bermula dari Perusahaan Milik Suami dan Anaknya
Tim SAR Gabungan Temukan Korban Tenggelam di Sungai Ramah Kapuas Hulu
Dari Aktivis Remaja Masjid di Pontianak, Mahrani Kini Pimpin Sekolah Indonesia di Jeddah
Dukung Aturan Pemerintah Pusat Terkait Pembatasan Medsos Anak, Kesbangpol Kubu Raya Siap Kawal Permen Komdigi Nomor 9 Tahun 2026