SIBERKALIMANTAN.COM, KUBU RAYA - Menjelang Hari Raya Idulfitri, kondisi ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kabupaten Kubu Raya tengah berada dalam status waspada. Bupati Kubu Raya, H. Sujiwo, menemukan fakta mengejutkan saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), Jumat 20 Maret 2026.
Dalam pantauannya, orang nomor satu di Kubu Raya tersebut mendapati beberapa SPBU berhenti beroperasi. Tak tanggung-tanggung, kekosongan stok dilaporkan terjadi selama lima hingga tujuh hari berturut-turut, yang memicu antrean mengular di titik-titik lainnya.
"Kami berkeliling dan menemukan ada SPBU yang tutup karena stok habis sampai 6–7 hari. Ini persoalan serius yang harus segera diatasi," tegas Sujiwo di sela-sela sidaknya.
Baca Juga: Bupati Kubu Raya Lantik Sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama
Lonjakan Permintaan Capai 4 Kali Lipat
Bupati Sujiwo mengungkapkan adanya anomali data di lapangan. Berdasarkan proyeksi Pertamina, kenaikan permintaan BBM menjelang Lebaran biasanya hanya berkisar di angka 6%. Namun, realita saat ini menunjukkan lonjakan hingga lebih dari 20%.
"Artinya ada lonjakan hampir empat kali lipat dari prediksi awal. Ini butuh evaluasi total. Kita tidak perlu saling menyalahkan, tapi Pertamina, pengusaha SPBU, dan pemerintah harus introspeksi," tambahnya.
Pertamax Ikut "Ghaib", Aparat Diminta Sikat Penimbun
Selain masalah Pertalite, Sujiwo menyoroti hilangnya BBM jenis Pertamax dari pasaran. Ia menilai hilangnya stok Pertamax sangat tidak wajar karena statusnya sebagai BBM non-subsidi yang seharusnya menjadi katup penyelamat saat stok subsidi menipis.
Menanggapi situasi yang meresahkan warga ini, Bupati meminta aparat penegak hukum tidak segan-segan bertindak.
- Ketegasan Hukum: Sujiwo meminta polisi memproses siapa pun oknum yang terbukti melakukan penimbunan.
- Manajemen Antrean: SPBU diminta menghitung cermat stok per jam agar warga tidak kecewa setelah mengantre berjam-jam.
- Transparansi Stok: Pertamina didesak untuk terbuka mengenai kendala distribusi yang terjadi.
Baca Juga: Suasana Hangat Penuh Kebahagiaan Warnai Pelepasan Mudik Gratis di Kantor Gubernur Kalbar
Klarifikasi Pihak SPBU: Distribusi Terhambat
Terpisah, Pengawas SPBU Teluk Bulus, Asroji, mengakui adanya kendala teknis dalam pelayanan. Menurutnya, keterlambatan pengiriman dari pihak distributor menjadi faktor utama kosongnya tangki pendam di SPBU.
"Kami hanya menyalurkan apa yang datang. Begitu suplai terlambat, otomatis layanan terganggu dan antrean panjang tidak terelakkan. Kami terus berkoordinasi agar pengiriman dipercepat," pungkas Asroji.
Bupati Sujiwo mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan panic buying. Pemkab Kubu Raya bersama Forkopimda memastikan akan terus mengawal ketersediaan energi hingga hari raya tiba.
Artikel Terkait
Pastikan Kesiapan Listrik Jelang Idulfitri, GM PLN UID Kalbar Tinjau Masjid Raya Mujahidin
MW KAHMI Kalbar dan MD KAHMI Kota Pontianak Buka Puasa Bersama di Rumah Walikota Pontianak
Kantor SAR Pontianak Gelar siaga SAR khusus Lebaran terpadu 1447 H / 2026 Jelang Mudik dan Libur Idul Fitri
Pencerahan Ramadan PWA Kalbar di Panti Asuhan Tunas Islam Rasau Jaya
Hari Ke-4 Pencarian ABK Hilang, Tim SAR Gabungan Sisir Sungai Kapuas di Sanggau
Bupati Kubu Raya Lantik Sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama
Tim SAR Gabungan Temukan Warga Hilang Saat Mencari Sayur di Kayong Utara dalam Keadaan Selamat
Tim SAR Gabungan Lanjutkan Pencarian ABK Hilang Pasca Kapal MV JH 07 Terbalik di Sungai Kapuas
Suasana Hangat Penuh Kebahagiaan Warnai Pelepasan Mudik Gratis di Kantor Gubernur Kalbar
Kepala Biro Hukum dan Kerja Sama Basarnas Pantau Siaga SAR Khusus Lebaran Terpadu 1447 H