Ade menjelaskan bahwa proses pendinginan (cooling down) yang dilakukan personel di lapangan sangat krusial. Mengingat lahan di Kubu Raya didominasi gambut, api seringkali masih tersimpan di bawah permukaan tanah meskipun di atas terlihat sudah padam.
Mengajak Masyarakat Menjadi 'Benteng' Terdepan
Di akhir keterangannya, pihak Kepolisian mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan memiliki rasa tanggung jawab bersama.
"Karhutla bukan hanya urusan polisi atau pemadam kebakaran, ini adalah tanggung jawab kita semua. Kami menghimbau masyarakat untuk segera melapor jika melihat titik api sekecil apa pun dan tidak lagi menggunakan metode bakar untuk membersihkan lahan," tutupnya.
Hingga berita ini diturunkan, sejumlah personel masih disiagakan di lokasi-lokasi terdalam untuk memantau situasi dan memastikan kepulan asap benar-benar hilang.
Artikel Terkait
Beredar Rekaman CCTV Gerombolan Orang Ketuk Pintu-pintu Kamar Kos di Medan, Diduga Maling yang Nyamar Jadi Tamu
Jeritan Warga Pesisir: Harga Tiket Speedboat Padang Tikar–Rasau Jaya Meroket Sepihak, Dishub Didesak Bertindak
Detik-detik Kecelakaan Maut di Kubu Raya: Minibus Hilang Kendali Sebelum Tabrak Truk
Suara Warga Batu Ampar: Harapan Haikal Agar Harga Tiket Speedboat Kembali Normal
Kecelakaan Maut di Jalan Angkasa Pura II Kubu Raya: Pemotor Tewas Usai Terjun ke Parit
Beredar Video Kakek yang Diduga Lecehkan Seorang Wanita di Jalanan Sukabumi, Korban: Hampir Mau Dibunuh
Beberkan Bukti OTT, KPK Bongkar Total Dugaan Suap yang Diterima Bupati Rejang Lebong Capai Rp1,75 Miliar
Jadi Perdebatan Panas Warganet, Menu Donat SPPG Duta Lere Palu Tuai Sorotan
Harga BBM Eceran di Rasau Jaya Tembus Rp15 Ribu, Pengecer: Kami Ambil dari Tangan Ketiga
Open House Kaban Kesbangpol Jadi Ruang Silaturahmi Lintas Etnis di Kubu Raya