SIBERKALIMANTAN.COM, KUBU RAYA - Suasana haru, bangga, dan penuh semangat kebersamaan menyelimuti Ruangan Integritas kantor PLN Unit Induk Distribusi (UID) Kalimantan Barat pada Rabu (10/12).
Di ruangan itu, 22 relawan terbaik PLN Kalbar dilepas secara resmi untuk melaksanakan misi kemanusiaan di Aceh dan wilayah Sumatera lainnya, guna membantu percepatan pemulihan kelistrikan pascabencana. Upacara pelepasan dipimpin langsung oleh General Manager PLN UID Kalbar, Maria Goretti Indrawati Gunawan, disaksikan jajaran manajemen, rekan kerja, serta keluarga relawan yang turut memberikan dukungan moral.
Keberangkatan ini tidak sekadar pengiriman tenaga teknis untuk memperbaiki jaringan listrik. Di balik helm dan rompi keselamatan yang mereka kenakan, tersimpan ketulusan, empati, sekaligus komitmen kuat untuk hadir meringankan beban saudara sebangsa yang sedang menghadapi masa sulit. Para relawan membawa misi mulia: menyalakan kembali cahaya harapan bagi masyarakat yang terdampak, di tengah kondisi gelap gulita akibat kerusakan infrastruktur kelistrikan.
Sebanyak 21 relawan yang diberangkatkan terdiri dari tujuh pegawai PLN UID Kalbar dan empat belas tenaga Yantek PLN Nusa Daya Kalbar. Mereka akan bertugas di Blangkejeren, Aceh—salah satu wilayah yang mengalami kerusakan jaringan kelistrikan paling parah setelah bencana. Tim ini dipimpin oleh Arief Dwi Purnama, Asisten Manajer Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB), yang memastikan seluruh anggota tim dalam kondisi prima dan siap menghadapi situasi lapangan yang dinamis.
“Kami semua sehat, siap secara fisik dan mental untuk membantu penormalan kelistrikan di sana,” tegas Arief. Pernyataannya menjadi representasi tekad tim bahwa mereka siap menjalankan tugas tanpa ragu, dengan penuh tanggung jawab dan dedikasi tinggi.
Dalam sambutannya, General Manager PLN UID Kalbar, Maria Goretti Indrawati Gunawan, menyampaikan pesan penuh keteguhan dan kehangatan. Ia menegaskan bahwa keberangkatan relawan ini merupakan bentuk nyata dari nilai solidaritas, budaya gotong royong, serta komitmen PLN dalam memberikan pelayanan terbaik dalam kondisi apa pun.
“Ini tugas mulia. Kita bukan hanya menyalakan listrik, kita menyalakan kembali harapan para korban bencana di sana,” ujarnya.
Maria menambahkan bahwa para relawan membawa lebih dari sekadar keahlian teknis. Mereka membawa semangat positif dan empati yang diharapkan dapat memberikan kekuatan mental bagi masyarakat yang sedang berusaha bangkit. Menurutnya, setiap misi kemanusiaan tidak hanya menguji kemampuan teknis, tetapi juga ketangguhan emosional dan solidaritas antarmanusia.
Wilayah Blangkejeren sendiri memiliki kontur pegunungan dengan akses jalan yang terbatas, cuaca yang sulit diprediksi, serta kerusakan jaringan listrik yang cukup kompleks. Tantangan besar sudah menanti tim relawan PLN UID Kalbar. Namun, hal tersebut tidak mengurangi semangat mereka. Para relawan akan bekerja dengan standar keselamatan tertinggi, memanfaatkan peralatan teknis khusus, serta melakukan koordinasi erat dengan tim PLN setempat. Semua langkah dilakukan dengan prinsip aman, cepat, dan tepat, agar suplai listrik kembali stabil dan masyarakat dapat melanjutkan aktivitas keseharian mereka.
Menutup rangkaian acara, salah satu perwakilan relawan, Zulfadli, menyampaikan pesan singkat namun sarat makna.
“Mohon doanya semoga kami di sana sehat dan selamat selama menjalankan misi ini,” ucapnya.
Pernyataan tersebut disambut haru oleh seluruh hadirin yang memberikan dukungan penuh, baik dari sisi doa maupun moral, untuk kelancaran tugas relawan.
Dengan semangat pengabdian yang membara, relawan PLN UID Kalimantan Barat kini bergerak menuju Aceh. Mereka tidak hanya membawa peralatan teknis dan keterampilan profesional, tetapi juga membawa harapan bagi ribuan warga yang tengah berusaha bangkit dan menata kembali kehidupan mereka setelah bencana.
Dari Kalimantan Barat menuju Aceh, langkah pengabdian ini menjadi bukti bahwa cahaya yang dinyalakan PLN bukan sekadar kilau dari jaringan listrik. Cahaya itu adalah simbol kekuatan, harapan, dan kebersamaan yang menerangi hati masyarakat yang sedang bangkit dari keterpurukan.
(*)