SIBERKALIMANTAN.COM, KUBU RAYA — Pemerintah Desa Rasau Jaya Satu bersama Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Indonesia Anti Narkoba (DPD GIAN) Kabupaten Kubu Raya menggelar Diskusi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) bertema “Generasi Emas, Cerdas Memilih Aktivitas Positif”.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Selasa, 9 Desember 2025, ini diikuti puluhan siswa SMA dan SMK sederajat se-Desa Rasau Jaya Satu.
Acara dibuka oleh Kepala Desa Rasau Jaya Satu, Suwono. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi kolaborasi lintas sektor ini dan menekankan pentingnya edukasi dini untuk memperkuat pemahaman para remaja mengenai bahaya narkotika. Menurutnya, kegiatan seperti ini menjadi sarana penting untuk memperkuat ketahanan generasi muda.
Baca Juga: Anak 10 Tahun Hilang Saat Bermain, Tim SAR Pontianak Temukan Korban dalam Kondisi Meninggal Dunia
“Kami berharap kegiatan ini menjadi upaya bersama untuk menyelamatkan anak-anak kita dari ancaman narkoba,” ujarnya.
Ketua DPD GIAN Kubu Raya dalam paparannya mengungkapkan bahwa remaja adalah kelompok yang paling rentan terjerumus penyalahgunaan narkotika. Kerentanan itu dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari kondisi biologis, tekanan sosial, hingga minimnya informasi yang benar.
“Remaja berada pada fase perkembangan yang membuat mereka mudah terpengaruh. Ada setidaknya sepuluh faktor utama yang memengaruhi kerentanan ini,” jelasnya.
Ia kemudian merinci sepuluh faktor tersebut, di antaranya perkembangan otak yang belum matang, tekanan teman sebaya, pencarian jati diri, kondisi emosional yang labil, paparan media sosial, hingga minimnya aktivitas positif. Menurutnya, memahami faktor tersebut penting agar pencegahan dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran.
Lebih lanjut, penggiat anti narkotika itu menegaskan bahwa strategi pencegahan paling efektif bukan hanya memberikan informasi tentang bahaya narkoba, tetapi juga menyediakan ruang bagi remaja untuk menyalurkan energi dan potensi melalui aktivitas yang bermakna.
Baca Juga: Desa Belaban Gelar Gawik Kacik ke-3, Tradisi Adat Dayak yang Terus Dijaga
“Cara paling efektif mencegah siswa terjerumus adalah dengan mengisi hidup mereka dengan aktivitas positif yang membuat mereka merasa berharga dan memiliki tujuan,” ungkapnya.
Ia mencontohkan berbagai kegiatan positif seperti olahraga, seni, organisasi sekolah, kegiatan keagamaan, hingga aksi sosial yang dapat membangun rasa percaya diri dan lingkungan pertemanan yang sehat.
“Mereka yang aktif di kegiatan positif cenderung tidak mencari pelarian ke arah yang negatif,” tambahnya.
Melalui diskusi ini, para siswa diharapkan memperoleh pemahaman baru tentang pentingnya memilih lingkungan dan aktivitas yang berdampak baik bagi masa depan mereka.
Artikel Terkait
Puncak Arus Mudik Nataru Diprediksi 24 Desember, Arus Balik 2 Januari 2026
Sido Muncul Serahkan Bantuan CSR Rp900 Juta untuk Pemulihan Warga Terdampak di 3 Provinsi Sumatera
KPK Bakal Cecar PBNU Buntut Pemecatan Gus Yahya Terkait Skandal Aliran Dana Rp100 Miliar, Selidiki Audit di 2022
Update Korban Bencana di Sumatera: 753 Meninggal Dunia, 650 Jiwa Dilaporkan Masih Hilang
Kontroversi Kebijakan Menkeu Purbaya Setop Impor Baju Bekas: Angin Segar bagi Industri, tapi Bikin Pedagang Merana
Kargo Technologies Resmikan Identitas Baru, Dorong Elektrifikasi Armada Logistik Hingga 40.000 Kendaraan di 2035
Berbagai Komunitas Pontianak Gelar Penggalangan Dana untuk Koban Bencana
Jembatan Marau–Air Upas Ambruk, Akses Warga Lumpuh Total Masyarakat Galang Dana untuk Perbaikan Darurat
Anak 10 Tahun Hilang Saat Bermain, Tim SAR Pontianak Temukan Korban dalam Kondisi Meninggal Dunia
Desa Belaban Gelar Gawik Kacik ke-3, Tradisi Adat Dayak yang Terus Dijaga