Salah satu prioritas utama adalah penyediaan makanan bagi seluruh warga yang terdampak.
Mereka memastikan tidak ada pengungsi yang kelaparan selama berada di tempat penampungan.
Dalam mendukung kebutuhan pangan, sebanyak 26 dapur umum telah didirikan dan tersebar di berbagai titik di Kabupaten Agam.
Dapur umum ini beroperasi penuh untuk menyediakan makanan siap saji bagi ribuan pengungsi.
"Kebutuhan makan seluruh pengungsi bakal disediakan oleh dapur umum yang telah didirikan," kata Rahmat.
Selain makanan, tim gabungan juga berupaya memastikan ketersediaan kebutuhan dasar lainnya seperti air bersih dan fasilitas sanitasi.
Hingga kini, upaya koordinasi terus dilakukan antara BPBD, pemerintah nagari, dan relawan untuk memberikan bantuan terbaik kepada warga yang mengungsi.*
Artikel Terkait
Pemerintah Lakukan Modifikasi Cuaca untuk Kurangi Curah Hujan dan Tekan Risiko Bencana Susulan
Menkeu Purbaya Singgung Citra Buruk Bea Cukai di Masyarakat, Sebut Bisa Dibekukan dan Diganti SGS
PRIMARAYA Dorong UMKM Desa Bintang Mas Naik Kelas Lewat Seminar Kewirausahaan
IFG Libatkan 400 Mahasiswa Bangun Kesadaran ESG melalui Edukasi Keuangan Berkelanjutan
IFG Dorong Pengembangan Industri Asuransi Berbasis Riset dan Customer Centricity melalui Research Dissemination 2025
YBM PLN Apresiasi Guru di Mempawah pada Peringatan Hari Guru Nasional 2025
DPR Dorong SIM Berlaku Seumur Hidup, Sebut Perpanjangan Hanya Membebani Publik
Suara dari Borneo: Organisasi Sipil Desak Moratorium Izin Tambang di Kalimantan
Lazismu Kalbar Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis, Sasar 300 Warga Pontianak
Tragedi Banjir Bandang di Kabupaten Agam Telan 74 Korban Jiwa: Tersebar pada 5 Kecamatan, 78 Orang Masih Hilang