“Mungkin mereka khawatir, takut karena tertutup, dan bahan makanannya terbatas sehingga itu dilakukan dan ini viral di media sosial,” sambungnya.
Membuka Jalur Transportasi di Lokasi Longsoran
Lebih lanjut, BNPB tengah berupaya untuk membuka jalur transportasi untuk bisa menembus daerah yang aksesnya masih terputus.
“Ini yang masih belum tembus ya Pak Menko, dari Tapanuli ke Sibolga karena di sini ada longsoran-longsoran yang sangat panjang,” kata Suharyanto.
Longsoran yang memutus dua daerah tersebut, kata Suharyanto jaraknya sepanjang hampir 50 km.
“Sekarang dengan satgas gabungan TNI dan Polri sudah berusaha membuka dan menurut penjelasan kemarin sore, paling tidak butuh waktu 3 hari,” terangnya.
Sementara itu, menurut laporan yang diterima, untuk wilayah Sumatera Utara tercatat 172 orang meninggal dunia dan 147 orang dinyatakan hilang.
“Kemudian yang terdampak ini cukup banyak, masyarakat yang selamat ini mengungsi,” tukasnya.
*
Artikel Terkait
Kisah Guru NTT yang Akhirnya Jadi PPPK Usai Videonya Ditanggapi Prabowo: Sampai Tidak Bisa Berjalan, Sa Baru Berhenti Mengajar
Akhirnya Resmi Jadi PPPK, Guru PAUD Honorer 56 Tahun di NTT Ucapkan Terima Kasih kepada Prabowo
Banjir Bandang Rendam Puluhan Kabupaten-Kota di Aceh hingga Sumbar, Total Korban Meninggal Dunia Kini Capai 303 Jiwa
Langgar Aturan Keimigrasian, Rudenim Pontianak Deportasi WN Malaysia Melalui PLBN Entikong
Pengurus IPPNU Kubu Raya Periode 2025–2027 Resmi Dilantik
FOMDA, BEM SI Kalbar, dan BEM Seka Hadiri RDP DPRD Kalbar: Suara Mahasiswa Mendesak Keadilan DBH untuk Kalimantan Barat
Rais Aam PBNU Tegaskan Gus Yahya Tak Lagi Jabat Ketua Umum dan Ungkap Segera Gelar Muktamar
Kronologi Kasus Penjarahan Minimarket di Sibolga, Sumut: Oknum Warga Berebut Masuk, Gasak Beras hingga Minyak Goreng
Indosat Ooredoo Hutchison Gelar Indonesia AI Day for Financial Industry, Dorong Transformasi AI di Industri Keuangan
Sumatera Dilanda Bencana, Indonesia Berkabung: Seruan Empati dan Keheningan Nasional