Meski bagian luar rumah menggunakan alat berat, untuk area dalam rumah tetap dilakukan secara manual karena kondisinya yang tak memungkinkan.
“Yang di dalam rumah pakai tenaga manusia, nggak bisa alat berat. Alat berat nggak masuk,” sambungnya.
Kerusakan Infrastruktur Aceh Pascabanjir
Sementara itu, Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sempat menyebut bahwa Aceh menjadi provinsi dengan anggaran revitalisasi infrastruktur terbesar.
Pascabanjir dan longsor yang terjadi, menurut AHY, butuh sekitar Rp26 triliun untuk perbaikan.
Data lain menyebutkan bahwa ada 165 jembatan yang rusak dan 3 di antaranya adalah jembatan penting di jalur nasional.
Mengenai kerusakan rumah, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan rumah rusak mencapai 106.058 unit.
Rincian kerusakan rumah di antaranya adalah 46.779 unit rusak ringan, rumah rusak sedang 22.951 unit, dan dengan kondisi rusak berat sebanyak 36.328 unit.
*
Artikel Terkait
Syarief Abdullah Alkadrie Sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan di Kubu Raya
FKDM Kalbar Perkuat Kewaspadaan Dini Lewat Dialog Kebangsaan, Libatkan Tokoh Adat hingga Mahasiswa
Hadirkan Hangat dan Sukacita Natal, Indosat Berbagi Kasih bagi Anak-Anak dari Komunitas Rentan
Penantian Pilu 14 Hari di Balik Timbunan Tanah: Kisah Wanita di Sibolga Akhirnya Temukan Jasad Orang Tua
“Inspiring Voices”: Kolaborasi BAFIP IYOUTHS dan Teman Pede Hadirkan Workshop Public Speaking Interaktif bagi Anak Muda
Dokter Gigi Jessica Freddy Speak Up soal Dugaan KDRT, dari Trauma Psikologis hingga Masalah saat Proses Perceraian
Cerita Warga Kampung Sawah Tengah Sukabumi: Saat Sungai Cidadap Meluap dan Menyapu Rumah
Warga Aceh Temukan Butiran Diduga Emas di Lumpur Sisa Banjir Bandang, Sebut Bencana Membawa Berkah
Viral Oknum Guru Diduga Ejek Remaja Disabilitas Saat Live, Publik Kecam Sikap yang Tak Patut Dicontoh
Curhat Ibu di Aceh Tamiang Beri Makan Bayi Mi Instan Akibat 11 Hari Terjebak Banjir: Sehat-Sehat Anakku