Nilai MBG Lebih Mendesak daripada Lapangan Kerja, Kepala Bappenas Ceritakan Warga di Pelosok Desa yang Kelaparan

photo author
Junarti Sari Kalsum, Siber Kalimantan
- Sabtu, 31 Januari 2026 | 22:22 WIB
Menyoroti pernyataan Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy yang membandingkan program MBG dengan pembukaan lapangan kerja di RI. (Instagram.com/@rachmatpambudy)
Menyoroti pernyataan Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy yang membandingkan program MBG dengan pembukaan lapangan kerja di RI. (Instagram.com/@rachmatpambudy)

Soroti Fenomena Warga Kelaparan di Pelosok Desa

Pada momen pidato itu, Rachmat merujuk pada fenomena kelaparan yang masih terjadi di pelosok Tanah Air.

Oleh karena itu, Kepala Bappenas itu mengutarakan salah satu fokus pemerintah saat ini adalah membangun infrastruktur sosial, salah satunya melalui MBG.

"Cobalah lihat saudara-saudara kita di ujung pelosok desa, mereka lapar, mereka kelaparan," tutur Rachmat.

"Ketika saya harus mendampingi Pak Presiden meresmikan sekolah rakyat, anak-anak kita SMP, SMA tidak bisa baca tulis. Dan itu banyak sekali," imbuhnya.

Di sisi lain, Rachmat juga menegaskan, MBG adalah program prioritas yang harus dieksekusi dengan baik.

Selain membangun infrastruktur fisik, Rachmat mengingatkan bahwa pembangunan infrastruktur sosial juga penting dilaksanakan.

"Makan bergizi adalah bagian daripada pembangunan yang harus diselesaikan," jelas Rachmat.

"Karena itu kalau kita bicara infrastruktur, mohon kita tidak dibatasi pada infrastruktur fisik, tapi juga infrastruktur sosial, mohon kita dibantu untuk menyelesaikan persoalan dasar kita," tutupnya.*

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Junarti Sari Kalsum

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X