Hal ini agar tak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli makan selama menunggu.
"Daripada jajan terus. Dari tadi mengantre, dan sudah saya bikinin telur ceplok," ungkap Agus.
"Itu saja yang simpel," imbuhnya sambil melempar senyuman.
Layanan Kesehatan yang Terbilang Mahal
Dalam kesempatan yang sama, Endah selaku istri Agus menuturkan ihwal harga layanan kesehatan yang terbilang mahal.
Berbeda dengan sang suami, Endah mengaku harus suntik insulin setiap hari karena penyakit diabetes.
"Suntik insulin ini kan mahal, saya diberitahu tetangga, RT (untuk mengurus reaktivasi BPJS PBI), caranya begini-begini," tutur Endah.
"Jadi datang ke sini, karena kebetulan sudah ada yang mengurus," jelasnya.*
Artikel Terkait
BAKORDA HIPMI PT Kalbar Periode 2026–2028 Resmi Dilantik, Wagub Dorong Pengusaha Muda Jadi Pemeran Utama
Pencarian Dua Anak Tenggelam di Sungai Kapuas Masih Berlangsung, Satu Korban Ditemukan
Bupati Kubu Raya Dampingi Anggota Komisi V DPR RI Tinjau Pembangunan Jalan Lingkar Desa Durian–Pasak
Dua Korban Tenggelam di Sungai Kapuas Ditemukan Tim SAR Gabungan
Titik Karhutla Kembali Muncul di Kabupaten Kubu Raya, 20 Personel Diterjunkan
Ketua DPRD Pontianak Ajak Masyarakat Jaga Kondusivitas Jelang Imlek, Cap Go Meh dan Ramadhan di tahun 2026
PLN UP3 Pontianak Raih Penghargaan K3 dari Pemprov Kalimantan Barat
PLN Pastikan Listrik Andal di Sanggau Jelang Imlek 2026
Menyelaraskan Tradisi dan Modernitas: Shopee Hadirkan Cerita Ramadan Masa Kini Melalui Big Ramadan Sale 2026
Wadirut MIND ID Ungkap Indonesia Naik Kelas Bukan Hanya soal Pertumbuhan Ekonomi, tapi Manfaat Nyata bagi Masyarakat