SIBERKALIMANTAN.COM - Tokoh kenamaan asal Aceh, Teungku Nyak Sandang dikabarkan wafat di kediamannya, Desa Lhuet, Kecamatan Jaya, Kabupaten Aceh Jaya, pada Selasa, 7 April 2026, pukul 12.20 WIB.
Kabar wafatnya Nyak Sandang bahkan hingga kini menjadi perhatian publik di media sosial, terutama tentang jejak bersejarah yang pernah dirinya lakukan bagi Indonesia.
"Kabar duka menyelimuti keluarga Nyak Sandang, kakek penyumbang pembelian pesawat RI pertama, Seulawah RI-001, itu meninggal dunia siang tadi," tulis postingan Instagram @tercyduk.aceh, pada hari yang sama.
Kini, pihak keluarga Nyak Sandang telah mengonfirmasi kabar duka tersebut.
Almarhum diketahui menghembuskan napas terakhir pada usia ke-100 tahun.
Untuk mengenang jasa Teungku Nyak Sandang, berikut ini cerita tentang rekam jejak bersejarah tokoh asal Tanah Rencong bagi terkenang bagi masyarakat Indonesia.
Baca Juga: Kontroversi Petugas Satpol PP Jakarta vs Ibu-ibu PKL, Sebilah Pisau yang Dibawa sang Pedagang Dinilai Jadi Ancaman
Sang Donatur Pesawat Seulawah RI-001
Menurut catatan sejarah, Nyak Sandang sejatinya memang dikenal sebagai tokoh saudagar asal Aceh yang menjadi donatur pesawat RI pertama, Seulawah RI-001.
Tokoh asal Tanah Rencong itu menjadi sosok yang turut berjasa dalam pembelian pesawat sipil pertama oleh Pemerintah Indonesia.
Pada 2025 lalu, Nyak Sandang pernah mendapatkan penghargaan Bintang Jasa Utama dari pemerintah atas jasanya.
Terlebih, saat dirinya bersedia dalam memberikan donasi ke Pemerintah Indonesia pasca-kemerdekaan 1945 untuk membeli pesawat sipil pertama bagi Indonesia itu.
Baca Juga: Pastikan Program Lisdes Tepat Sasaran, DPR RI Tinjau Listrik Desa di Sambas
Sosok Dibalik Misi Diplomasi Pejabat RI
Berdasarkan penelusuran, Seulawah RI-001 dibeli dari donasi rakyat ini dikenal sebagai moda transportasi bagi pejabat negara dalam misi-misi diplomasi penting.
Pesawat tersebut pertama kali digunakan secara resmi untuk mengantarkan Wakil Presiden Indonesia, Mohammad Hatta untuk berkeliling Sumatera.
Kisah ini bermula dari peristiwa kedatangan Presiden RI saat itu, Soekarno ke Aceh pada Juni 1948 silam.
Artikel Terkait
Wagub Kalbar Desak Pemerintah Pusat Alihkan Jalur Nasional di Sanggau Pasca Kecelakaan Bus DAMRI
Muskab III Perbakin Kubu Raya 2026-2030, Sujiwo Tegaskan Pentingnya Kaderisasi
STAI Al-Haudl Ketapang Resmi Diserahkan kepada Muhammadiyah
FOMDA Kalbar Dorong Peran Pemuda Tingkatkan IPM Melalui Layanan Kesehatan
Aliansi Mahasiswa POLNEP Gelar Aksi di Depan Rektorat, Tuntut Transparansi dan Integritas Kampus
Pasca Lebaran, Camat Batu Ampar Pastikan Harga Tiket Speedboat dan BBM Mulai Normal
Dirut PLN Darmawan Prasodjo Raih Penghargaan Green Leadership, PLN Borong 11 PROPER Emas KLH 2025
Cegah Balap Liar, Personel Satlantas Polres Kubu Raya Sosialisasikan Keselamatan di SMP Imanuel
Pastikan Program Lisdes Tepat Sasaran, DPR RI Tinjau Listrik Desa di Sambas
Kontroversi Petugas Satpol PP Jakarta vs Ibu-ibu PKL, Sebilah Pisau yang Dibawa sang Pedagang Dinilai Jadi Ancaman