Kala itu, Soekarno datang untuk menggalang dana dari para saudagar dan rakyat di Aceh.
Kas negara pada masa tersebut diketahui sedang sulit akibat kebijakan blokade ekonomi dari Belanda.
Baca Juga: Cegah Balap Liar, Personel Satlantas Polres Kubu Raya Sosialisasikan Keselamatan di SMP Imanuel
Sementara, pemerintah memiliki kebutuhan untuk memiliki pesawat terbang sipil.
Sukarno lalu datang ke Aceh dan menggalang dana pembelian pesawat dari para saudagar dan rakyat Aceh.
Donasikan Sepetak Tanah hingga 10 Gram Emas
Dalam peristiwa itu, para saudagar Aceh bertemu Sukarno dalam jamuan makan malam di sebuah hotel bernama Atjeh Hotel Kutaradja.
Banyak saudagar yang lantas menyatakan kesediaan untuk membantu pemerintah membeli pesawat sebagai hal yang disebut Soekarno sebagai "jembatan udara" bagi kepulauan Indonesia.
Saat itu, Nyak Sandang yang baru berusia 23 tahun turut mendengar kabar penggalangan dana itu.
Baca Juga: Dirut PLN Darmawan Prasodjo Raih Penghargaan Green Leadership, PLN Borong 11 PROPER Emas KLH 2025
Nyak Sandang dan ayahnya kemudian menjual sepetak tanah dengan 40 batang pohon kelapa di dalamnya yang seharga Rp100.
Uang itu lalu diserahkan Nyak Sandang kepada Pemerintah Indonesia bersama 10 gram emas sebagai tambahan.
Sumbangan tersebut kemudian membuat Nyak Sandang tercatat sebagai salah satu donatur pesawat Seulawah RI-001.*
Artikel Terkait
Wagub Kalbar Desak Pemerintah Pusat Alihkan Jalur Nasional di Sanggau Pasca Kecelakaan Bus DAMRI
Muskab III Perbakin Kubu Raya 2026-2030, Sujiwo Tegaskan Pentingnya Kaderisasi
STAI Al-Haudl Ketapang Resmi Diserahkan kepada Muhammadiyah
FOMDA Kalbar Dorong Peran Pemuda Tingkatkan IPM Melalui Layanan Kesehatan
Aliansi Mahasiswa POLNEP Gelar Aksi di Depan Rektorat, Tuntut Transparansi dan Integritas Kampus
Pasca Lebaran, Camat Batu Ampar Pastikan Harga Tiket Speedboat dan BBM Mulai Normal
Dirut PLN Darmawan Prasodjo Raih Penghargaan Green Leadership, PLN Borong 11 PROPER Emas KLH 2025
Cegah Balap Liar, Personel Satlantas Polres Kubu Raya Sosialisasikan Keselamatan di SMP Imanuel
Pastikan Program Lisdes Tepat Sasaran, DPR RI Tinjau Listrik Desa di Sambas
Kontroversi Petugas Satpol PP Jakarta vs Ibu-ibu PKL, Sebilah Pisau yang Dibawa sang Pedagang Dinilai Jadi Ancaman