Hal ini dianggap memunculkan perubahan karakter organisasi dan melemahkan nilai-nilai yang selama ini dijaga oleh para ulama pendiri.
Sindiran: “Bukan PBNU, Tapi PTNU”
Dalam penjelasannya, Mahfud MD menyampaikan kritik tajam terkait arah gerak institusi.
Ia menggunakan istilah “PTNU” untuk menggambarkan bagaimana dinamika internal mirip dengan sebuah perusahaan yang memiliki pemegang saham dan struktur manajerial.
"Jadi bukan PBNU, PTNU akhirnya. Perusahaan terbatas akhirnya. Antara pemegang saham, betul. Kemudian ada komisaris, ada direksi," pungkasnya.
Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa ia menilai konflik saat ini lebih berkaitan dengan perebutan akses dan kepentingan ekonomi dibandingkan dengan persoalan ideologi atau prinsip organisasi.*
Artikel Terkait
BEM PTMA-I Kritik Kisruh Gubernur dan Wakil Gubernur, Minta Pemimpin Fokus pada Kepentingan Publik
IMM Pontianak Gelar Sosialisasi KUHP Baru, Dorong Budaya Hukum Bersih dan Pencegahan KKN
PRIMARAYA Rayakan HUT ke-18 dengan Aksi Penanaman Pohon di Desa Bintang Mas
Minimnya Pengajaran Agama di Teluk Nibung Jadi Sorotan, Mahasiswa KKN STIT Darul Ulum Luncurkan Program Penguatan Keagamaan
KREASI Ketapang Terapkan Pendidikan Perubahan Iklim Berbasis PjBL di SD Negeri 16 Benua Kayong
PLN UID Kalbar Kirim Relawan Terbaik: Menyalakan Listrik, Menyalakan Harapan di Aceh
Mahfud MD: Bencana di Sumatera Dipicu Ulah Manusia dan Kebijakan Negara yang Kurang Cermat
Bupati Aceh Timur Ceritakan Momen Mencekam saat Warganya 3 Hari Terjebak Banjir: Jika Tak Diterobos, Mereka Kelaparan
PLN Terus Kebut Siang Malam Perbaiki Jalur Listrik Langsa-Pangkalan Brandan, Penopang Pemulihan Kelistrikan Aceh
DevFest Bandung 2025: Sukses Selenggarakan Acara Teknologi Terbesar Se-Nusantara