Bertaruh Nyawa untuk Bertahan Hidup
Di sisi lain, Sherly menyampaikan risiko besar bagi para warga saat melewati akses jalan yang curam dan minim pengamanan untuk keselamatan mereka.
Aktivis kemanusiaan itu menuturkan, nyawa melayang di jurang puluhan meter.
Para warga di Aceh Tengah tersebut rela mempertaruhkan nyawa hanya untuk bertahan hidup.
"Seorang kuli panggul, yang akrab disapa Bule, dengan tubuh kecil dalam guyuran hujan," terang Sherly.
"Hilir-mudik menyeberangi Krueng Peusangan di atas 'lumpe', seutas kabel baja, ditopang bambu yang menjadi satu-satunya penghubung," sebutnya.*
Artikel Terkait
Kantor SAR Pontianak Tangani 95 Operasi Sepanjang 2025, 204 Korban Berhasil Diselamatkan
Makin Melek soal Kesehatan Mental, Psikolog Keluarga Ini Blak-blakan Terima Banyak Keluhan Permasalahan Ekonomi
Penyegaran di Polres Kubu Raya, Kompol Andri Syahroni Resmi Jabat Wakapolres Baru
Gantikan Kompol Hilman Malaini, Kompol Andri Syahroni Emban Amanah Baru sebagai Wakapolres Kubu Raya
Iptu Judi Effendhy Resmi Jabat Kasat Lantas Polres Kubu Raya, Kapolres Tekankan Inovasi dan Program Polantas Menyapa
Universitas PGRI Pontianak Ikuti Expo Studi Lanjut 2026 di SMA Negeri 1 Pontianak
Bocah 6 Tahun Bernama Rama Ditemukan Meninggal Usai Tenggelam di Parit Tanjung Raya 1
Lima Hari Hilang Saat Memancing, Pria di Kubu Raya Masih Misteri: Sampan Ditemukan Terombang-ambing
BNPB Sempat Perkirakan Rp150 Juta, Sumur Bor di Aceh Ini Justru Dibuat dengan Biaya Rp15 Juta dari Bantuan Warga
Tim SAR Gabungan Cari Nuriman yang Diduga Tenggelam Saat Memancing di Batu Ampar