Safari Kamtibmas Ramadan di Masjid Raya Mujahidin, Ustadz Das’ad Latif Ajak Masyarakat Jaga Persatuan

photo author
Samsul Cah, Siber Kalimantan
- Senin, 9 Maret 2026 | 14:27 WIB
Safari Kamtibmas Ustadz di Bulan Puasa (SAKURA) di Masjid Raya Mujahidin, Kota Pontianak, Minggu 8 Maret 2026.
Safari Kamtibmas Ustadz di Bulan Puasa (SAKURA) di Masjid Raya Mujahidin, Kota Pontianak, Minggu 8 Maret 2026.

SIBERKALIMANTAN.COM, PONTIANAK – Ustadz Das’ad Latif mengajak masyarakat untuk menjaga persatuan dan keamanan sebagai nikmat besar yang patut disyukuri. Pesan tersebut disampaikannya dalam kegiatan Safari Kamtibmas Ustadz di Bulan Puasa (SAKURA) yang digelar di Masjid Raya Mujahidin, Kota Pontianak, pada Minggu 8 Maret 2026 malam.

Dalam tausiyahnya di hadapan jamaah, Ustadz Das’ad menekankan bahwa kondisi aman yang dirasakan masyarakat Indonesia merupakan karunia yang tidak boleh dianggap biasa. Menurutnya, keamanan menjadi faktor penting agar masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari serta beribadah dengan tenang, terlebih di bulan suci Ramadan.

Baca Juga: IMM Pontianak Gelar Semarak Ramadan, Tebar Kepedulian Lewat Baksos dan Sahur on The Road

“Kita patut bersyukur karena hidup dalam keadaan aman. Dengan aman kita bisa berdagang, bisa salat tarawih, bisa mencari nafkah untuk keluarga. Kalau tidak aman, semua itu sulit dilakukan,” ujarnya.

Ia juga membandingkan situasi damai di Indonesia dengan kondisi konflik yang masih terjadi di sejumlah negara. Menurutnya, masyarakat di wilayah konflik sering kali mengalami kesulitan dalam menjalani kehidupan sehari-hari, bahkan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan dan air bersih.

“Coba kita lihat saudara-saudara kita di daerah konflik. Untuk makan saja susah, bahkan mendapatkan air pun sulit. Sementara kita di Indonesia bisa beribadah dengan tenang. Ini nikmat besar yang harus kita jaga,” katanya.

Baca Juga: DPD BKPRMI Kubu Raya Berbagi Santunan Anak Yatim dan Dhuafa di Tiga Kecamatan

Selain itu, Ustadz Das’ad juga menyoroti keberagaman masyarakat Indonesia yang terdiri dari berbagai suku dan etnis, namun tetap mampu hidup rukun dan damai. Ia menilai kondisi tersebut sebagai kekuatan bangsa yang harus terus dipelihara.

“Di Pontianak ini ada banyak suku dan etnis, ada Melayu, Tionghoa, Bugis, Makassar, Mandar, Padang dan lainnya. Tetapi Alhamdulillah kita tetap rukun. Inilah yang saya sebut sebagai nikmatnya Indonesia,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Ustadz Das’ad turut mengapresiasi peran kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Ia menilai keberadaan aparat sangat penting dalam menciptakan rasa aman di tengah kehidupan bermasyarakat.

“Sering kali orang mengkritik polisi. Tetapi ketika rumah kemalingan, tanah diserobot, atau ada masalah, siapa yang dicari? Polisi. Karena itu kita harus menghargai peran mereka dalam menjaga keamanan,” ungkapnya.

Baca Juga: Pemkab Kubu Raya Apresiasi Pemuda Muhammadiyah Kubu Raya Jadi Garda Terdepan Cegah Intoleransi dan Radikalisme

Selain mengajak menjaga keamanan, Ustadz Das’ad juga mengingatkan umat Islam agar tidak hanya rajin beribadah, tetapi juga menjaga hubungan baik dengan sesama manusia. Ia mengutip hadis Nabi Muhammad SAW tentang orang yang bangkrut di akhirat, yakni orang yang datang dengan banyak pahala ibadah tetapi semasa hidupnya sering memfitnah, menzalimi, dan memutuskan silaturahmi.

Kegiatan Safari Kamtibmas Ramadan tersebut turut dihadiri Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, Kapolresta Pontianak Endang Tri Purwanto, pengurus Yayasan Masjid Raya Mujahidin, serta ratusan jamaah yang memadati area masjid. Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi wujud kebersamaan antara pemerintah, aparat keamanan, pengurus masjid, dan masyarakat dalam menjaga kerukunan serta menciptakan suasana aman dan kondusif selama bulan suci Ramadan di Kota Pontianak.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Samsul Cah

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X