SIBERKALIMANTAN.COM, KAYONG UTARA - Setelah dua hari dilakukan pencarian oleh tim SAR gabungan, seorang pemancing bernama Arsyad (62), warga Dusun Karya Bumi, Desa Pulau Kumbang, Kecamatan Simpang Hilir, Kayong Utara, akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia pada Jum'at 21 November 2025. Jasad korban ditemukan sekitar 700 meter dari lokasi terakhir ia terlihat sebelum dinyatakan hilang.
Kepala Kantor SAR Pontianak, I Made Junetra, membenarkan bahwa korban merupakan pemancing yang tenggelam di perairan Pulau Kumbang.
“Korban merupakan warga Pulau Kumbang yang sejak kemarin kami (tim SAR gabungan) cari keberadaannya,” ujar Junetra.
Kronologi Kejadian
Junetra menjelaskan bahwa peristiwa itu bermula ketika korban bersama rekannya, Sumardi (35), berangkat memancing pada Kamis, 20 November 2025, sekitar pukul 08.00 WIB. Keduanya menggunakan sebuah sampan untuk mencari ikan di perairan Pulau Kumbang.
Namun beberapa jam kemudian, kondisi cuaca mendadak memburuk.
“Sekitar pukul 11.22 WIB datang angin kencang disertai ombak besar yang membuat sampan mereka tenggelam. Korban an. Sumardi berhasil selamat, namun korban an. Arsyad tidak bisa menyelamatkan diri. Menurut saksi, korban tenggelam saat kejadian berlangsung,” jelas Junetra.
Dua Hari Operasi Pencarian
Setelah menerima laporan hilangnya korban, tim SAR gabungan langsung melakukan operasi pencarian.
“Sejak kemarin kami terima laporan ini, proses pencarian sudah berlangsung selama dua hari. Tim SAR gabungan terus meningkatkan radius pencarian setiap harinya hingga korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia pada hari ini,” kata Junetra.
Jasad korban kemudian dievakuasi dan dibawa menuju rumah duka.
“Proses pencarian langsung dihentikan sesaat setelah korban ditemukan,” tutupnya.
Peristiwa ini menambah daftar kecelakaan laut yang dipicu cuaca ekstrem di wilayah perairan Kalimantan Barat. Authorities kembali mengimbau masyarakat pesisir, terutama para nelayan dan pemancing, agar selalu memantau kondisi cuaca sebelum beraktivitas di laut.
Artikel Terkait
Adian Napitupulu Beberkan Fakta Buruk Industri Tekstil: 3.781 Liter Air untuk Sebuah Jeans dan 20 Persen Polusi Udara
BAM DPR Bongkar Aliran Impor Pakaian Bekas Hanya 0,5 Persen dari Total Barang Tekstil Ilegal yang Masuk ke RI
Aksi “Kalbar Menggugat” Desak Pembenahan Infrastruktur dan Pengesahan Regulasi Penting, Mahasiswa Long March ke DPRD Provinsi
Dosen Hukum UM Pontianak, Immada, Kritik Keras Pengesahan UU KUHAP
Kubu Raya Raih Juara 2 Kategori Ekowisata di Anugerah Pesona Indonesia Awards 2025
Pendidik Sebaya Jadi Upaya Pencegahan Bahaya Merokok di SMP Muhammadiyah 1 Pontianak
Momen Kompak Prabowo Semobil “Maung” Bersama Sri Sultan Hamengkubuwono X
Prabowo Resmikan Jembatan Kabanaran, Garisbawahi Efek Infrastruktur untuk Ekonomi, Pariwisata, dan Lapangan Kerja
Sebagai Emiten, Publik Menanti Bank BJB Buka Kronologi Lengkap Wafatnya Sang Direktur Utama Yusuf Saadudin
Deret Kontroversi KUHAP Baru yang Muncul ke Permukaan, dari Poin Pasal Penyadapan hingga Pemblokiran