Pertegas Komitmen Toleransi, Bupati Sujiwo Sambangi Pura Giripati Mulawarman Jelang Nyepi

photo author
Sudarsono Ocon, Siber Kalimantan
- Jumat, 6 Maret 2026 | 00:33 WIB
BUPATI KUBU RAYA SUJIWO SEMBARI KE PURA  GIRI PATI MULAWARMAN
BUPATI KUBU RAYA SUJIWO SEMBARI KE PURA GIRI PATI MULAWARMAN

SIBERKALIMANTAN.COM, KUBU RAYABupati Kubu Raya, Sujiwo, melakukan kunjungan kerja ke Pura Giripati Mulawarman yang terletak di Jalan Adi Sucipto, Kecamatan Sungai Raya pada Kamis 5 Maret 2026. Kehadiran orang nomor satu di Kubu Raya ini bertujuan untuk memberikan dukungan moril sekaligus meninjau persiapan umat Hindu dalam menyambut Hari Raya Nyepi tahun ini.

Kunjungan ini merupakan kali kedua bagi Sujiwo di pura yang menjadi kebanggaan warga Hindu di Kabupaten Kubu Raya tersebut. Dalam suasana yang hangat, Bupati menegaskan bahwa kehadirannya adalah bentuk nyata kehadiran negara dalam melindungi hak setiap warga negara untuk beribadah.

Baca Juga: Menteri PKP Tinjau Progres Penanganan Kawasan Kumuh di Kubu Raya, Bupati Sujiwo: Program Bedah Rumah Tertinggi di Kalbar

Keberagaman Sebagai Kekuatan Utama

Dalam keterangannya kepada awak media, Bupati Sujiwo menyampaikan pesan kuat mengenai pentingnya menjaga harmonisasi di tengah kemajemukan masyarakat Kubu Raya. Menurutnya, perbedaan budaya, agama, dan etnis adalah modal sosial yang besar bagi pembangunan daerah.

"Alhamdulillah hari ini saya bisa berkunjung kembali ke Pura Giripati Mulawarman. Saya ingin menyampaikan bahwa keanekaragaman, baik itu budaya, agama, maupun etnis, jangan pernah diperdebatkan. Justru perbedaan itu harus kita jaga dan kita kapitalisasi menjadi suatu kekuatan serta potensi yang baik bagi daerah kita," ujar Sujiwo.

Baca Juga: Gudang Olimpic di Limbung Kubu Raya Ludes Terbakar, Damkar Lakukan Pendinginan

Menjadi "Orang Tua" Bagi Semua Umat

Sujiwo juga mempertegas janjinya saat masa kampanye dan debat kandidat lalu. Ia berkomitmen bersama Wakil Bupati, Sukriyanto, untuk menjadi pemimpin yang inklusif dan tidak membeda-bedakan golongan.

"Saya sebagai Bupati adalah orang tuanya semua agama, semua budaya, dan semua etnis yang ada di Kabupaten Kubu Raya. Hal ini sejalan dengan konstitusi kita yang menjamin setiap warga negara untuk memeluk agama dan kepercayaan masing-masing," tegasnya.
Ia menambahkan bahwa peran pemerintah adalah mengayomi seluruh lapisan masyarakat, mulai dari umat Islam, Katolik, Kristen, Hindu, Budha, hingga Konghucu, serta seluruh etnis yang menetap di Bumi Menanjak.

Meneladani Trisakti Bung Karno

Selain aspek religi, Bupati Sujiwo menyoroti pentingnya pelestarian budaya, termasuk budaya masyarakat Bali yang ada di Kubu Raya. Ia mengutip konsep Trisakti Bung Karno sebagai landasan dalam membangun jati diri bangsa.

"Budaya itu sangat penting, sampai dituangkan dalam Trisakti Bung Karno: Berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi, dan berkepribadian di bidang budaya. Budaya adalah jati diri bangsa. Termasuk budaya warga Bali, itu harus kita jaga," imbuhnya.

Apresiasi Tokoh Masyarakat dalam Menjaga Harmonisasi

Bupati juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para tokoh adat, tokoh agama, tokoh seni, dan tokoh budaya yang selama ini menjadi garda terdepan dalam merawat kerukunan di Kubu Raya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Sudarsono Ocon

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X