Karhutla Kembali Muncul di Kubu Raya, Petugas Tetap Berjibaku Padamkan Api Meski Berpuasa

photo author
Samsul Cah, Siber Kalimantan
- Jumat, 6 Maret 2026 | 06:04 WIB
i KecamPemadam kebakaran di lokasi kebakaran, Rasau Jaya pada Kamis 5 Maret 2026.
i KecamPemadam kebakaran di lokasi kebakaran, Rasau Jaya pada Kamis 5 Maret 2026.

SIBERKALIMANTAN.COM, KUBU RAYA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kubu Raya hingga kini masih terus berlangsung. Sejumlah titik api baru kembali muncul dan tersebar di beberapa wilayah, salah satunya di Kecamatan Rasau Jaya pada Kamis 5 Maret 2026.

Tim pemadam dari berbagai unsur terus dikerahkan untuk melakukan pemadaman dan pendinginan di sejumlah lokasi yang terbakar. Upaya penanganan dilakukan secara terpadu oleh petugas di lapangan guna mencegah api meluas ke area lainnya.

Baca Juga: Pemuda Katolik Kubu Raya Apresiasi Kunjungan Menteri PKP dan Bantuan Pembangunan Gereja Santo Petrus dan Paulus

Kepala Regu Brigade Dalkarhutla KPH Wilayah Kubu Raya, Florensius Loren, menjelaskan bahwa kondisi lahan yang terbakar di wilayah Karya Kita saat ini mulai dapat dikendalikan setelah dilakukan penanganan bersama oleh berbagai pihak.

“Kondisi lahan yang di Karya Kota sudah mulai selesai ditangani bersama Manggala Agni dan MPA setempat. Saat ini sebagian besar titik api sudah berhasil dipadamkan dan dilakukan proses pendinginan,” ujarnya.

Meski demikian, ia mengungkapkan kerusakan lahan yang terjadi cukup parah karena luas area yang terbakar cukup besar. Hal tersebut membuat proses pemadaman membutuhkan waktu dan tenaga yang tidak sedikit.

Baca Juga: Pesantren Ramadan di LPKA Sungai Raya, Ruang Pembinaan Spiritual dan Penguatan Karakter Anak Binaan

Selain itu, tim di lapangan juga menghadapi sejumlah kendala teknis yang memperlambat proses pemadaman. Salah satunya adalah keterbatasan sumber air yang berada cukup jauh dari lokasi kebakaran.

“Kendala di lapangan yaitu sumber air yang cukup jauh. Selain itu performa mesin pompa juga sudah mulai menurun sehingga tidak terlalu kuat menghantarkan air sampai ke ujung nozel,” jelasnya.

Di tengah berbagai keterbatasan tersebut, para personel pemadam tetap berupaya maksimal memadamkan api yang masih tersisa di beberapa titik.

Floren menambahkan, hingga saat ini para personel masih terus bertahan di lapangan untuk melakukan pemadaman, meskipun sebagian besar dari mereka sedang menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan.

Baca Juga: Kuasa Hukum Sebut Penetapan Ketua Bawaslu Pontianak sebagai Tersangka Terlalu Dini

“Personel sampai dengan saat ini masih fight di lapangan. Walaupun hampir semua personel sedang menjalankan puasa, mereka tetap berjibaku memadamkan api,” pungkasnya.

Petugas mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan jika menemukan titik api, guna mencegah kebakaran meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Samsul Cah

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X