SIBERKALIMANTAN.COM, KUBU RAYA - Pemerintah Kabupaten Kubu Raya terus mematangkan langkah strategis dalam percepatan pembangunan daerah. Fokus utama saat ini tertuju pada penguatan infrastruktur jalan poros ekonomi dan penyediaan akses air bersih bagi masyarakat yang didukung penuh oleh legislatif pusat.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappedalitbang) Kabupaten Kubu Raya, Rini Kurnia Solihat, S.STP., M.A., mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi intensif dengan Ketua Komisi V DPR RI untuk memastikan program prioritas berjalan sesuai target.
Baca Juga: Lasarus Ungkap 3 Program Prioritas Kubu Raya 2026: Jalan, Air Bersih, dan Sampah Jadi Fokus Utama
Akselerasi Jalan Poros melalui Inpres Jalan Daerah (IJD)
Rini menjelaskan bahwa pembangunan jalan poros ekonomi menjadi tulang punggung mobilitas warga. Melalui skema Inpres Jalan Daerah (IJD), Pemerintah Kabupaten Kubu Raya menargetkan perbaikan signifikan pada ruas-ruas vital.
"Kami berfokus pada dukungan pembangunan jalan poros ekonomi melalui IJD yang saat ini sudah berproses di beberapa ruas. Rencananya, setelah Idulfitri, pengerjaan akan dilanjutkan pada ruas-ruas berikutnya," ujar Rini Kurnia Solihat.
Lebih lanjut, Rini memaparkan tantangan besar yang dihadapi terkait infrastruktur jalan di Kubu Raya. Dari total sekitar 660 kilometer jalan kabupaten, sepanjang 359 kilometer di antaranya merupakan jalan poros ekonomi.
Baca Juga: Perkuat Sinergi, PLN UID Kalbar Tegaskan Media Sebagai Mitra Strategis dalam Mengawal Kelistrikan
"Tahun ini kami menargetkan setidaknya ada lima titik IJD yang bisa berjalan. Saat ini satu titik sudah mulai berproses. Kami berharap dukungan IJD ini terus berlanjut secara bertahap sehingga dalam jangka waktu lima tahun ke depan, seluruh jalan poros ekonomi ini dapat tuntas pengerjaannya," tambahnya.
Investasi Rp93 Miliar untuk Air Bersih
Selain konektivitas jalan, sektor sanitasi dan air bersih menjadi perhatian serius. Pemkab Kubu Raya telah mengamankan alokasi anggaran sebesar Rp93 miliar untuk program penyediaan air bersih.
Proses ini dilakukan melalui sinergi dengan unit pelaksana teknis terkait dan perusahaan daerah. Rini memastikan bahwa tahapan administratif akan segera rampung agar manfaatnya bisa segera dirasakan warga.
"Alokasi 93 miliar ini sudah berproses. Kami targetkan pada bulan Mei mendatang sudah bisa masuk ke tahap lelang. Ini merupakan langkah percepatan agar akses air layak konsumsi di Kubu Raya semakin meluas," jelasnya.
Inovasi Pengelolaan Sampah Regional
Menariknya, dalam pertemuan dengan Komisi V DPR RI tersebut, muncul gagasan segar mengenai tata kelola lingkungan, khususnya sampah. Mengingat letak geografis yang berbatasan langsung dengan pusat kota dan kabupaten tetangga, pola pengelolaan sampah konvensional dinilai perlu bertransformasi.
Artikel Terkait
Kasus Santri Meninggal Viral di Medsos, Polres Kubu Raya Pastikan Penyelidikan Terus Berjalan
Rumor BBM Langka di Kubu Raya, Polisi Pastikan Stok Aman dan Minta Warga Tak "Panic Buying"
Polres Kubu Raya Sediakan Penitipan Kendaraan Gratis bagi Pemudik, Tersedia di Polres, Polsek hingga Pos Pam Ketupat 2026
Mudik Tenang, Hati Senang! Simak Tips Aman Pulang Kampung ala Polres Kubu Raya
Usai Viral Ditembak 'Rudal', 3 Toko yang Diduga Jualan Tramadol di Jaktim Dilaporkan Mulanya Berkedok Kosmetik
Salak Busuk dan Berbelatung, Viral Keluhan Wali Murid di Pekalongan soal Menu MBG Ramadan
Hari Ke-3 Pencarian, Tim SAR Temukan Penumpang KM Sulawesi yang Jatuh di Sungai Kapuas
Camat Batu Ampar Lakukan Inspeksi Mendadak (sidak) BBM H+1 Pasca Lebaran Di Wilayah Padang Tikar Dan Sekitarnya
Perkuat Sinergi, PLN UID Kalbar Tegaskan Media Sebagai Mitra Strategis dalam Mengawal Kelistrikan
Lasarus Ungkap 3 Program Prioritas Kubu Raya 2026: Jalan, Air Bersih, dan Sampah Jadi Fokus Utama