Melalui gerakan ini, Muhammadiyah ingin menghadirkan pesan bahwa merawat bumi tidak bisa dilakukan secara eksklusif. Dibutuhkan keberanian untuk melibatkan semua pihak, melampaui sekat-sekat perbedaan, dan memastikan tidak ada yang tertinggal.
Nilai tersebut sejalan dengan spirit Al-Ma’un, yang menegaskan bahwa keimanan harus diwujudkan dalam kepedulian nyata terhadap sesama. Dalam konteks hari ini, kepedulian itu juga berarti menjaga bumi sebagai ruang hidup bersama.
Dari Pontianak, sebuah pesan sederhana namun kuat digaungkan: masa depan lingkungan hanya dapat dijaga jika keadilan sosial dan kepedulian kemanusiaan berjalan beriringan.
Artikel Terkait
WALHI Soroti Lonjakan Karhutla Maret 2026, Ribuan Hotspot Terdeteksi di Area Konsesi Perusahaan
Mahasiswa Gelar Aksi Kamisan di Bundaran Digulis, Soroti Isu HAM dan Supremasi Sipil
Empat Dapur MBG di Kayong Utara Tutup, Dugaan Kelalaian Korwil Jadi Sorotan
KREASI Muhammadiyah Apresiasi Kinerja & Dukungan Bupati Ketapang di Dunia Pendidikan
Empat Dapur MBG di Kayong Utara Tutup, Dugaan Kelalaian Korwil Jadi Sorotan
Silaturahim Idul Fitri Muhammadiyah Kalbar Perkuat Solidaritas Umat dan Kepedulian Kemanusiaan
Dilaporkan ke Polisi Buntut 29 Santri Gagal Terbang, Super Air Jet Ungkap Kronologi Kedatangan Rombongan
Siswa Tak Habis Makan MBG, Viral Guru Honorer Kumpulkan Sisa Makanan untuk Dijadikan Pakan Ternak
Viral Aksi Catcalling di Surabaya, Polisi Turun Tangan Mediasi hingga Pelaku Minta Maaf dan Janji Tak akan Mengulangi
Niat Hati Belikan Mainan untuk jadi Penyemangat Sembuh, Viral Momen Barang Baru Datang saat Anaknya Sudah Meninggal