daerah

Polres Kubu Raya Kerahkan Ratusan Personel Tangani Kebakaran Lahan di Empat Kecamatan

Selasa, 27 Januari 2026 | 23:02 WIB
Kasubsi Penmas Si Humas Polres Kubu Raya, Aiptu Ade Surdiansyah

SIBERKALIMANTAN.COM, KUBU RAYA - Kepolisian Resor (Polres) Kubu Raya terus mengintensifkan upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Hingga saat ini, aparat kepolisian bersama unsur terkait melakukan pemadaman secara terpadu dan siaga penuh selama 24 jam guna mencegah meluasnya dampak kebakaran terhadap permukiman warga.

Kasubsi Penmas Si Humas Polres Kubu Raya, Aiptu Ade Surdiansyah, menyampaikan bahwa penanganan kebakaran lahan yang terjadi di wilayah Kubu Raya dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor. Polres Kubu Raya bekerja sama dengan pemerintah daerah serta berbagai pemangku kepentingan lainnya dalam upaya pengendalian dan pemadaman api di lapangan.

“Terkait kebakaran lahan yang terjadi di kawasan Kubu Raya, saat ini kami dari Polres Kubu Raya bekerja sama dengan stakeholder terkait dari pemerintah daerah, Damkar, Masyarakat Peduli Api (MPA), BPBD, Manggala Agni, serta seluruh komponen yang dimiliki oleh pemerintah daerah,” ujar Aiptu Ade Surdiansyah.

Ia menjelaskan, sinergi antarinstansi tersebut dilakukan sebagai bentuk keseriusan dan komitmen bersama dalam menanggulangi karhutla, khususnya pada titik-titik rawan yang berpotensi menimbulkan dampak luas, baik terhadap lingkungan maupun keselamatan masyarakat.

Menurutnya, kebakaran lahan dan hutan saat ini terpantau terjadi di sedikitnya empat kecamatan, yakni Kecamatan Sungai Ambawang, Rasau Jaya, Sungai Kakap, serta Kecamatan Sungai Raya yang menjadi salah satu wilayah dengan perhatian khusus.

“Upaya pemadaman kami fokuskan terutama di empat kecamatan, yaitu Sungai Ambawang, Rasau Jaya, Sungai Kakap, dan yang terutama Kecamatan Sungai Raya,” jelasnya.

Dalam operasi pemadaman tersebut, Polres Kubu Raya mengerahkan kekuatan personel dalam jumlah besar. Sekitar 300 hingga 400 personel gabungan disiagakan dan disebar ke seluruh kecamatan terdampak untuk melakukan pemadaman langsung di lokasi kebakaran sekaligus melakukan pemantauan situasi di lapangan.

“Saat ini kami menggunakan kekuatan kurang lebih 300 sampai 400 personel. Personel tersebut kami sebar di seluruh kecamatan untuk melakukan upaya pemadaman kebakaran lahan dan hutan,” ungkap Ade.

Selain pemadaman aktif, Polres Kubu Raya juga menerapkan sistem siaga penuh selama 24 jam. Para personel ditempatkan di pos-pos yang telah ditentukan guna memudahkan pemantauan dan respon cepat apabila ditemukan titik api baru atau potensi hotspot yang berbahaya.

“Kami melakukan siaga 24 jam. Anggota standby di pos-pos yang sudah dibentuk untuk melakukan monitoring, terutama jika ada hotspot baru yang muncul,” tambahnya.
Aiptu Ade menegaskan bahwa prioritas utama dalam penanganan karhutla adalah keselamatan masyarakat. Oleh karena itu, pemantauan difokuskan pada titik-titik kebakaran yang berdekatan dengan kawasan permukiman warga.

“Yang kami utamakan adalah kebakaran yang berpotensi membahayakan tempat tinggal warga atau berdampak langsung terhadap masyarakat. Itu menjadi fokus utama kami,” tegasnya.

Polres Kubu Raya juga mengimbau masyarakat untuk turut berperan aktif dalam pencegahan kebakaran lahan dengan tidak membuka lahan menggunakan cara membakar serta segera melaporkan kepada aparat setempat apabila menemukan titik api atau aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran.

Dengan sinergi seluruh elemen dan dukungan masyarakat, diharapkan upaya penanganan kebakaran lahan dan hutan di wilayah Kubu Raya dapat berjalan optimal serta mencegah dampak yang lebih luas terhadap lingkungan dan kesehatan warga.

Tags

Terkini